6 Tahun Menunggu Janji Manis dari Pemkab Lambar, Ramli Mulai Gerah dan Anggap Ini Perampasan

Lampung Barat,Telisiknews.id – Merasa memiliki hak atas sebagian lahan di Kawasan Destinasi Wisata Andalan di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) iyalah Kebun Raya Liwa (KRL), yang saat ini menjadi salah satu lokasi wisata andalan di Kabupaten berjulukan Bumi Beguai Jejama itu.

Ramli, yang saat ini berdomisili di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat (Jabar), bersama Surat Keterangan Tanah (SKT) Nomor 595.4/02/Ke/1/1993 yang mengakui bahwa ya sebagian lahan KRL tersebut merupakan milik keluarganya.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, tanpa sebuah perjanjian lahan miliknya tersebut seketika telah diakui milik Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Lambar dan telah bersertifikat yang dikeluarkan pada tahun 2016 silam.

Kendati demikian Ramli sendiri pernah mengklarifikasi hal itu kepada pihak Pemkab Lambar, dan pihak Pemkab sendiri pernah berwacana membayar lahan tersebut. Namun, hingga saat ini Ramli hanya di beri janji – janji manis dan angin Syurga yang hanya membuat terlena, di balik kebohongan.

“Saya sudah cukup dengan dinina bobokan oleh janji – janji manis yang sampai saat ini gak ada bukti sama sekali, masyarakat dibuat seperti pengemis, padahal sudah jelas dengan berkas surat menyurat. Dan memperjuankan hak kelurga,” kata dia.

Menurut Ramli, ketika melihat cara pihak Pemda Lambar, menanggapi keluhan masyarakat hanya memberikan janji palsu, bak sebuah senjata pemubgkas dalam mebghadapi kepelikan masalah.

“Apakah begitu cara pemda lambar, suka membuat orang repot. Karna ditahun 2016, sudah terjadi kata sepakat masalah tanah tersebut sudah akan dibayarkan, karena waktu itu pihak romli pemilik tanah menyetop pemagaran. Diberilah bahasa bahwa pembayaran akan dilakukan ditengah – tengah yaitu di Kabupaten Bogor. Lambar mebentuk tim sembilan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakanya, dari pengukuran, sampai perjanjian pembayaran kepadanya selaku korban perampasan tanah merupakan salah satu tindakan semena – mena yang dilakukan oleh pihak Pemkab Lambar.

Sebagai korban saat ini Ramli telah merasa geram, karena merasa nina bobo oleh janji – janji manis.

Saya ini sudah enam tahun merasa di permainkan, Itulah yg membuat Romli geram, Saya ini udah tua, bolak balik Lambar – Sukabumi bukan jarak yang dekat, dan sudah bukan kerjaan saya. Malah dibuat seperti permainan Apa begini cara pemerintah yang tanggapSiapa Parosil saya tau,” kata Romli. (Contributor Agus Leo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.