Ada Indikasi Tindakan Nipotisme di Lingkungan Aparat Pekon Cipta Mulya, Ini Datanya

Lampung Barat, Telisiknews.id – Belum saja selesai permasalahanya dengan Ida Wati Arafat, kini kinerja Peratin (kades/red) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Nandang Romadona kembali menjadi sorotan sebab, ada indikasi tindakan Kolusi Korupsi Nipotisme (KKN) dalam kepemimpinannya.

Dugaan tersebut terlihat berdasarkan data Aparatur Pemerintah Pekon (desa/red), Cipta Mulya yang disampaikan salah satu Tokoh Masyarakat setempat yang enggan dipublikasikan namanya, Selasa (23/9/2022).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, nyaris seluruh aparat Pekin tersebut masih ada ikatan persaudaraan dengan sang peratin, seperti,
– Kaur Admistrasi Umum Novi, marupakan Adik Ipar Peratin.
– Darusman Adik Ipar Peratin
– Despy Rahma Adik Ipar Peratin Kaur Perencanaan yang baru – baru ini menggantikan posisi suaminya yang telah diangkat menjadi PNS.
– Nunu Nugraha, Adik Kandung Peratin sebagai Kaur Perencanaan.
– Yulianti, sebelumnya operator Pekon kin menjadi Kasi Pemerintahan menggantikan Ida Wati Arafat yang diberhentikan Peratin dan tidak sah secara admistrasi.
– Tohirin, Kasi Pemberdayaan merupakan saudara dari Ibu Peratin.

Selain itu, para guru Taman Kanak-kanak (TK) Pekon, juga masih merupakan saudara peratin. Bahkan ada yang merangkap sebagai Kaur di Pekon, mereka antara lain,

– istri Peratin
– Nanda anak Peratin
– Despi Rahma, Adik Ipar Perati selain mengelola TK juga merangkap sebagai Kaur Perencanaan Pekon.
– Suarsih Adik Ipar dari Istri Peratin.

Menurut narasumber tindakan dengan menunjuk saudara – saudaranya sebagai aparat pekon merupakan tindakan Nipotisme dan berpotensi, akan terjadi tindakan – tindakan seperti Korupsi.

” Itu kurang bagus karena bisa saja mereka bersaudara itu secara kompak melakukan korupsi, dengan memanipulasi berbagai data untuk menilap anggaran,” tandasnya.

Narasumber berharap kepada pihak terkait untuk, mengaudit semua anggaran dan realisasi di pekon tersebut, sebab dengan adanya kegiatan Nipotisme semacam itu bukan hal mustahil bagi mereka untuk melakukan korupsi berjamaah.

“Karena jelas tindakan tersebut, melanggar aturan dan undang-undang bila perlu pak Bupati yang terhormat jangan tinggal diam periksa dan audit pekon tersebut,” kata dia.

Selain itu, dalam permasalahan Nandang Romadona Dangan Ida Wati Arafat, yang sejak 6 Bulan lalu hingga hari ini belum ada penyelesaian seakan sebuah pembiaran. Sebab, surat keputusan hasil pemeriksaan pihak Inspektorat Lambar yang ditandatangani langsung oleh Bupati H.Parosil Mabsus telah disampaikan sejak 3 Juli 2022 lalu, tetapi sampai saat ini tidak ada penyelesaian.

“Seharusnya Camat KebunTebu dan DPMP Lambar malu, masa masalah pekon aja sampai berlarut – larut dan kepada Bapak Bupati mengapa seakan tidak di hargai, jangan hanya pencitraan yang di galakan diakhir masa jabatan, tetapi juga tengok kebobrokan yang ada di Pekon Cipta Mulya, yang berada tak jauh dari kediaman Bupati itu sendiri,”tandasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *