Akhirnya, Kasus Penemuan Jenazah  di Kebun Jagung Berhasil Diungkap Polres Oku Selatan

Oku Selatan, Telisiknews.id – Penemuan mayat di kebun jagung di Desa Damapura Kecamatan, Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, pada Kamis (10/11/2022) lalu akhirnya terungkap.

Mayat tersebut bernama Edy Sukoco (38) tahun Warga Sukamaju , Kelurahan kisau Kecamatan Muaradua Kabupaten Oku Selatan , yang di bunuh oleh tersangka Mawardi (37) tahun Warga dusun 3 Lubar Kecamatan Simpang Kabupaten Oku Selatan.

Bacaan Lainnya

Edy di habisi oleh tersangka Mawardi, karena permasalahan pribadi, di karnakan tersangka ingin rujuk kembali dengan istri tersangka yang mana sang istri sudah menikah sirih dengan Korban.

Menurut tersangak, setelah merantau dari Jawa dan kembali ke OKU Selatan dia mengaku tetap berhubungan baik dengan mantan istri. Namun, hal itu mungkin ditanggapi kurang baik dengan korban yang merupakan suami sirih. Hal ini juga yang membuat ada pertikaian sedikit dengan korban Edi.

Pada tanggal 8 november, tersangka bertemu dengan korban di kebun jagung. Tersangka saat itu mengaku dipanggil korban, dan saat itu terjadi keributan

“Kami ribut, akhirnya kami sempet belago. Tetapi karno dio (korban,red) lah ngelempar aku pakai batu. Ku cabutlah parang itu, terus dio ku abisi,” ungkapnya.

Korban sendiri diketahui melangalami dua luka bacok di leher, dan sebagian di tangan. Setelah melihat korban terkena sabetan parang, tersangka mengaku ketakutan. Kemudian membuang alat bukti parang, dan melarikan diri.

Sementara itu, Wakapolres OKU Selatan Kompol Ikhsan Hasrul menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut tidak lepas dari hasil penyelidikan tim Reskrim Mapolres OKU Selatan, dan beberapa alat bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pengembangan, akhirnya didapatkan identitas tersangka yang mana saat itu sudah melarikan diri dari kediamannya. Namun, dengan upaya-upaya pendekatan persuasif dengan keluarga tersangka, akhirnya pada (14/11) lalu, tersangka menyerahkan diri.

“Tersangka ini pelaku tunggal. Tersangka kita jerat dengan pasal 338 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” tutupnya. (Wakapolres)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *