Alasan Merasa tak Nyaman, Peratin Cipta Mulya Pecat Perangkatnya

Lampung Barat,Telisiknews.id – Salah seorang Perangkat Pekon (Desa/red), Cipta Mulya Kecamatan Kebuntebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Ida Wati Arafat, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Pemerintahan di Pekon tersebut menyatakan kekecewaanya terhadap keputusan Peratin setempat Nandang Romadona yang memberhentikannya tanpa alasan yang jelas.

Hal tersebut dijelaskanya saat dikonfirmasi Telisiknews.id via WhatsAppnya Jum’at, (20/5/2022). Menurutnya, keputusan Peratin yang seketika memberhentikannya tersebut tanpa alasan dan keterangan yang jelas.

Bacaan Lainnya

“Saya gak tau permasalahannya apa hanya karena dirinya merasa tidak nyaman lagi adanya saya disitu lalu saya diberhentikan begitu saja,” ujar wanita kelahiran 1980 itu.

Dia juga mengatakan, besar kemungkinan karena sebagai seorang pemimpin di Pekon tersebut merasa di rendahkan karena mendengar Kasihnya tersebut sempat akan mencalonkan diri sebagai Peratin.

Ditambahkanya, ketika menerima surat pemberhentian dirinya sempat mengklarifikasi permasalahan tersebut ke pihak Kecamatan setempat.

“Saya pernah mengajukan klarifikasi ke kecamatan karena saya ngerasa lucu dngan kesalahan yang ditujukan kepada saya dengan pasal 83 ayat b,c tapi gak ada tindakan apa – apa dari pihak kecamatan,” kata dia.

Ironisnya, surat pemecatan yang diterimanya hanya selembar dan tanpa tanpa ada tembusan dari pihak Lembaga Himpunan Pemekonan (LHP) dan rekomendasi dari kecamatan setempat.

Namun ternyata surat tembusan yang iya maksud dan seharusnya dilampirkan bersama surat pemberhentianya itu, telah berada di kecamatan setempat.

“Saat saya pinta tidak di perbolehkan oleh camat karna katanya masih banyak kesalahan yang harus di perbaiki oleh LHP ,dan akhirnya saya foto,” paparnya.

Parahnya lagi, dalam di salah satu surat dari LHP itu ada selembar surat yang tidak di tanda tangani Peratin Cipta Mulya.

“Dan saat mau saya pinta karena sehrusnya ada dilampiran pemecatan saya, itu gak dikasihin karena surat dari LHP itu masih banyak kekurangan dan harus di revisi, dan saat saya mau izin moto copy camatnya bilang gini, kalo saya nggak ngizinin, kata camat nya lalu saya ambil aja dan saya foto,” Pungkasnya.

Ida berharap, kepada pihak pekon untuk bertindak profesional dan melakukan pemberhentian terhadap perangkat desa sesuai prosedur dan kesalahan yang jelas.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan Camat Kebun Tebu Ernawati belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi via ponselnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.