Amboy Saputra Peserta Test Tenaga Adhoc KPU Way Kanan yang Menduga Perekretuan PPK Syarat dengan KKN

Way Kanan, Telisiknews.id – Perekrutan tenaga Adhoc ( Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan ) yang dilakukan oleh KPU Way kanan menuai kecamatan dan kritikan dari berbagai pihak karena diduga sarat kepentingan dan KKN, dimana beberapa orang yang memiliki nilai CAT tertinggi dan pada saat test wawancara dapat menjawab dan menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh penguji dengana baik namun gagal lolos seleksi.

“ Kami berdua David Riyanto merupakan peserta tert CAT dengan nilai teringgi, dimana saudara David mendapatkan nilai 95 dan saya mendapatkan nilai 91, dari 55 orang peserta, dan saat wawancara kamipun lancar menjawab semua pertanyaan yang dilakukan pemegetes. Karena kami memang sudah berpengalaman di Panwas, PPS maupun KPPS, dan tidak pernah bermasalah, tetapi kok ya nilai kami juga dibawah kawan kawan lain yang nilai CAT nya rendah, kami tidak tau apa acuan dan as[ek penilaian dari tim penguji, karena kalau dilihat dari hasil CAT walaupun nilai wawancara kami rendah, namun nilai kami di CAT tinggi, kami mestinya masuk lima besar, apalagi saya yakin kawan kawan yang diloloskan masuk 5 besar itu belum tentu kemampuan mereka diatas kami saat test wawancara, kami siap dites ulang seceta terbuka,” ujar Amboy Saputra salah satu peserta test tenaga Adhoc yang mnedatangi Kantor salah satu media.

Bacaan Lainnya

Lebih jaih, Amboy melihat perekrutan PPK , yang dilakukan oleh KPU Way Kanan diduga sarat dengan KKN, dan diduga orang orang yang masuk ( Lolos seleksi red ) merupakan titipan dari organisasi dan orang orang tertentu walau susah membuktikannya,

“Kalau memang tidak percaya, kami siap dilakukan CAT ulang dan Test wawancara oleh Tim Independent secara terbuka dengan materi yang sama saat kami ditest kemarin, sebab saya yakin seharusnya kami mampu lolos dan menjadi salah satu petugas dalam perhelatan pesta Akbar 5 tahunan Republik Indonesai itu, sealan itu, dari certa kawan kawan yang lain, yanag kami alami ini besar kemungkinan terjadi pula diKecamatan – Kecamatan di Way Kanan”. imbuh Amboy.

Pernyataan yang disampaikan oleh Amboy Saputra itu dibenarkan oleh David Riyanto, peserta test Tenaga Adhoc lain yang saat test CAT lalu berhasil mendapatkan nilai tertinggi ( 95 red ), akan tetapi saat pengumuman, ternyata ia dinyakan tidka lolos karena katanya saat test wawancara tidak berhasil.

“ Saya bingung aja, apa dan bagaimana cara mereka melakukan penilaian, sebab saya mampu semua menjawab pertanyaan saat interview, karena saya memang mempunyai pengalaman sebagai KPPS dan atau PPS, dan saat dminta untuk memberikan sambutanpun saya mampu, kalau memang nilai CAT itu tdak menjadi acuan, untuk apa diadakan, kan bisa mengurangi biaya pemilu yang membebani masyarakat Way Kanan,” tegas David Riyanto.

Terpisah Ketua KPU Way Kanan, Refky Dharmawan SH, yang dikonfirmasi Radar menyatakan CAT merupakan test tertulis untuk menentukan 15 besar, kemudian 15 besar calon PPK itu, diambil 10 besar dengan sistem wawancara, dimana didalam wawancara itu, dilakukan pendalaman track record peserta, dengan menilai pengetahuan tentang kepemiluan, kemudian komiten yang mencakup inytegritas, profesionalitas dan visi serta rekam jejak peserta baik pengalaman kepemiluan, pengalam ketkja dan pendidikan.

“Dalam wawancara juga pewawancara melakukan klarifikasi dan mempertimbangkan masukan serta tangapan masyarakat, dan dari hasil wawancara itu;lah disimpulkan penilaian terhadap peserta, 10 peserta peserta wawsancara itu, 5 besar terpilih sebagai Anggota PPK dan 5 orang sisanya akan menjadi merupakan Pengganti Antar Waktu,” ujar Refky Dharmawan. (SEDI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *