Aneh, Sejak Awal Menjabat Hingga Dipecat Ida Wati Arafat tak Terima SK

Lampung Barat,Telisiknews.id – Ada yang unik bagi dalam jabatan Ida Wati Arafat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan di Pekon Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Pasalnya, sejak awal menjabat sebagai Kasi Pemerintahan dipekon tersebut hingga dia diberhentikan oleh Peratin Cipta Mulya Nandang Romadona, dirinya tidak menerima Surat Keputusan (SK) sebagai perangkat pekon yersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut Ida, sebelumnya dia menjabat sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat di pekon itu, lalu dia diroling ke menjadi Kasi Pemerintahan, dan hingga dirinya diberhentikan dan diduga pemberhentian itu tidak sah secara admistrasi, Ida Wati Arafat tidak memiliki SK.

Ditambahkan Ida, dirinya pernah menanyakan SK tersebut kepada salah seorang perangkat dengan inisial NV, dan si perangkat itu, mengaktakan SK tersebut ada di rumah NV.

“Saya sudah tanyakan kepada NV dia bilang ada di rumah tapi sampai sekarang bahkan saya diberhentikan begini, saya tidak terima SK sebagai Kasi Pemerintahan,” kata Ida.

Ida menambahkan, dengan banyaknya kejanggalan yang dilakukan pihak Pekon Cipta Mulya, salah satunya kasus pemberhentianya yang tidak sah secara admistrasi sehingga, saat ini bermuara di Inspektorat Lambar dan juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar dan juga SK perangkat yang tidak dibagikan seperti dirinya, diharapkan untuk pihak terkait untuk mengaudit pekon tersebut.

“Karena belajar dari permasalahan – permasalahan yang saya alami, tatanan kepemerintahan pekon itu terkesan carut – marut,” tandasnya.

Secara terpisah, NV mengatakan bahwasanya SK sebagai Kasi Pemerintahan di Pekon tersebut, telah diserahkan kepada yang bersangkutan yaitu Ida Wati Arafat. Dan arsip SK itu ada di Balai Pekon dan saat ini arsip SK, telah diserahkan ke pihak inspektorat sebagai pelengkap pemeriksaan kemarin.

“Semua telah diserahkan kepada yang bersangkutan, mungkin karena kecerobohan dia sehingga SK tersebut hilang,” kata NV.

NV menyanggah dan tidak mengakui SK itu ada di rumahnya. “Saya tidak pernah merasa menyimpan SK tersebut, karena itu bukan hak saya semua telah diserahkan kepada dia,” pungkas NV. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.