BPNT Kecamatan Belalau, Diduga Tidak Layak Konsumsi

Lampung Barat,Telisiknews.id – Bantuan pangan non tunai (BPNT) bulan empat di kecamatan belalau, kabupaten Lampung barat ( Lambar) tepatnya di pekon Sukarami, diduga tidak layak konsumsi. Hal tersebut nampak terlihat dari salah satu bahan pokok yakni terlur ayam buras yang sudah busuk. Sabtu, (14/5).

Menurut salah satu penerima BPNT yang minta identitasnya untuk di anonimitaskna mengatakan, bahwa bahan pokok BPNT, yang diterimanya kemarin sore telurnya banyak yang busuk tidak layak konsumsi dari 30 butir bantuan telur tersebut hanya tujuh butir yang layak konsumsi dan sisanya udah busuk, bahkan ada yang sudah sampai biru warnanya dan mengeluarkan bau yang menyengat bak bangkai.

Bacaan Lainnya

Tapi kalau untuk beresnya baik bagus mulai tahun ini, kacang ijo juga baik, kentang juga baik, buahanannya juga cukup baik. Tapi kalau tahun sebelumnya, jeruknya banyak yang busuk, kacang ijonya campur gabah dan batu, begitu juga dengan berasnya sudah warna kehitaman, ” Ungkapnya kepada, harian gerbang Sumatera via telpon selulernya.

Dia juga mengharapkan, kepada pemerintah setempat dalam hal ini Pemkab Lambar melalui dinas Sosial agar bisa mengevaluasi kinerja pendamping dan memberi teguran kepada pihak pihak terkait terutama kepada suplayer barang agar bisa memperhatikan kwalitas bahan pokok tersebut, terlebih lagi bahan pokok tersebut akan di konsumsi.

” Sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi dan masyarakat bisa menerima bantuan dengan layak konsumsi. Jangan mentang mentang bantuan jadi tidak diperhatikan kwalitasnya, dan hanya mengutamakan kepentingan atau ke untungan peribadi saja itu tidak baik. ” Pintanya, menggerutu.

Sementara, Pemilik e-warung saat di konfirmasi, Mardalena mengatakan, bahwasanya dirinya tidak mengetahui jika ada salah satu bahan pokok BPNT yang sudah tidak layak konsumsi dikaranakan itu semua sudah merupakan ketentuan dari pihak suplayernya.

” Saya tidak tahu karna saya hanya menerima dan mendistribusikan saja kepada penerima, apa lagi telor jika tidak di pecah maka tidak tahu kalau busuk atau tidaknya. Jadi saya harap kepada penerima yang mendapatkan telur busuk tersebut untuk dapat melapor langsung kepada saya, sehingga menjadi bahan laporan saya kepada suplayer pada bulan Juni mendatang saat dan bisa di gantikan bahan pokok yang busuk kepada penerima, “Kilahnya.

Selain itu juga, saat disinggung di tahun sebelumnya banyak bahan pokok BPNT yang tidak layak seperti, kacang hijau yang campur batu dan gabah, jeruk yang busuk dan beras yang sudah mulai menghitam dirinya tidak menepis melainkan mengaminkan. ” Memang benar tahun kemarin seperti itu, tapikan sebagai bahan opini kita suplayernya dari Medan jadi kalau melihat jauhnya tentu ada yang busuk terutama jeruk yang sudah dikemas dalam plastik dari Medan, jelas ada yang busuk pas sampai di sini, ” jelasnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, sangat disayangkan baik pihak pendamping maupun pihak dinas terkait, belum bisa di hubungi untuk dapat dimintai klarifikasi lebih lanjut terkait dengan dengan adanya bantuan BPNT yang tidak layak konsumsi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.