Camat Kebun Tebu dan Kadis PMP Lambar Sepertinya Takut Tindaklanjuti Masalah Nandang Romadona

Lampung Barat, Telisiknews.id – Peratin (kades/red) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Nandang Romadona, diduga tidak mengindahkan Peraturan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Pemkab Lambar) nomor 12 Tahun 2021 tentang Pemerintahan Pekon (desa/red).

Selain itu Peratin yang akrab disapa Nandang itu juga terkesan tidak mengindahkan surat Bupati Lampung Barat Nomor 705/PB-296/II/2022, Tanggal 13 Juli 2022 prihal tindak lanjut laporan hasil Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT), atas dugaan pemberhentian Ida Wati Arafat selaku Kasi Pemerintahan di Pekon Cipta Mulya yang tidak sesuai ketentuan.

Bacaan Lainnya

Sebab, dalam surat berperihal Sangsi Admistratif terhadap Peratin Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu, yang di cap dan ditandatangani Bupati Lampung Barat H.Parosil Mabsus tersebut dipaparkan, sehubungan dengan ADTT yang di laksanakam oleh Inspektorat Lambar itu, maka Nandang Romadona selaku orang nomor satu di Pekon tersebut, dikenakan sangsi teguran tertulis, dan memperhatikan beberapa hal seperti, Nandang Romadhona harus mengikuti dan patuh terhadap segala proses penyelesaian terkait pemberhentian Ida Wati Arafat selaku Kasi Pemerintahan di Pekon tersebut.
Melaksanakan pengangkatan dan pemberhentian perangkat Pekin sesuai peraturan perundang – undangan dimasa yang akan datang.

Persoalanya sejak terbitnya surat pada 13 Juli 2022 lalu hingga hari ini Jum’at (23/9/2022), Nandang Romadona sepertinya tidak sama sekali mengindahkan surat teguran dan mengikuti peraturan yang telah terpapar dalam surat itu.

Bahkan, melakukan pembiaran terhadap Kasi Admistrasi Umum NV, yang sempat melanggar kesiplinan dengan meninggalkan pekerjaan selama beberapa bulan, bahkan diketahuiu sempat dikarantina selama sebulan lebih, di salah satu yayasan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Lalu karena di tebus NV kembali kerja sebagai perangkat Pekon semantara sebagai Kasi Pemerintahan yang diberhentikanya dan tidak sah secara Admistrasi bahkan mendapat teguran tertulis yang ditandatangani Bupati sekan tidak digubris oleh Peratin yang terkesan Jumawa tersebut.

Ada yang janggal dalam permasalahan ini Antara Camat Kebun Tebu Erna Wati dan Peratin Cipta Mulya Nandang Romadona seperti, saat dikonfirmasi beberpaa waktu lalu camat, hanya menunggu informasi dari pihak Peratin. “Surat sudah kita sampaikan tetapi sampai saat ini masih belum ada informasi dari Nandang,” jelasnya.

Bahkan hingga hari ini camat tersebut belum memberikan keterangan apapun terkait, tindak lanjut surat tersebut.

Selain itu, mengapa Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar sebagai pihak yang berkewenangan, seperti enggan menindak lanjutinya. “Apakah Camat dan Kepala DPMP takut kepada Peratin itu”

Sebab, hingga saat ini kedua pihak yang cukup berkewenangan dalam memproses dan menindak lanjuti surat penting yang ditandatangani Bupati Parosil Mabsus itu, kepada sang Peratin yang terkesan angkuh itu.

Sementara, kepada Ida Wati Arafat selaku korban pemberhentian yang tidak sah secara admistrasi tersebut, Peratin Nandang Romadona seakan tidak ada niatan baik, untuk kembali mempekerjakan di Pekon.

“Saya sudah kesal, Camat Kadis DPMP kok seperti tidak serius menangani permasalahan ini, bahkan Tandatangan dan cap Bupati saja seperti tidak dihargai, bagai mana peratinnya mau nurut Camat sama Kadis DPMPnya saja gak serius,” tandasnya. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.