Carut-Marut Kinerja Peratin Mekar Jaya, Membuat Warga Kecewa

Lampung Barat, Telisiknews.id – Warga Pekon Mekar Jaya Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat (Lambar), sayangkan kinerja Peratin setempat Dede Suherli, Senin (10/10/2022).

Pasalnya, baru beberapa bulan menjabat sebagai seorang pemimpin di Pekon tersebut, diduga telah banyak menuai kekecewaan masyarakat setempat seperti, sikap yang terkesan otoriter, dan tidak menepati janji – janji semasa pencalonan.

Bacaan Lainnya

Selain itu ada yang unik dan terkesan ironis dalam membentuk aparat dan perangkat pemerintahan pekon tersebut, sebab banyak yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) peratin namun tidak ada rekomendasi dari camat setempat.

Dan bahkan beberapa perangkat yang diberhentikan, dan diangkatnya tanpa rekomendasi dari pihak Kecamatan Gedung Surian.

Bahkan ada perangkat Pekon, yang menjabat sebagai pemangku dijabat oleh dua orang dalam satu pemangku.
Karena, Pemangku yang sebelumnya menjabat tidak mau menandatangani surat pengunduran diri yang dibuat oleh pihak pekon, selain itu pengangkatan pemangku yang baru juga tidak ada rekomendasi dari kecamatan.

Hal tersebut dijelaskan oleh, salah seorang tokoh masyarakat yang enggan dipublikasikan namanya.

“Sekarang kondisi Pekon Mekar Jaya rancu, warganya mulai banyak kecewa dengan kinerja peratin yang mulai tidak jelas,” ujar warga.

Ditambahkan warga, selain membuat kecewa masyarakat soal kinerja, dia juga dianggap mengecewakan para tim pemenangan semasa pencalonan. Karena janji yang di umbar semasa pencalonan, tidak ada yang ditepati bahkan tim pemenangan tersebut saat ini terkesan di jauhi.

Warga berharap, pihak terkait menegur dan mangaudit peratin tersbut.

“Sebagai seorang pemimpin dia harus bisa bertindak bijak, dan menjadi contoh yang baik untuk masyarakat jangan jabatan terkesan menjadi sarana untuk menguasai dan bertindak semena – mena,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Camat Gedung Surian mengatakan, Seharusnya iya menurut Permendagri kalau ada pengajuan dari pekon pihaknya mberikan rekomendasi, sementara pemangku yang dibentuk oleh peratin tidak ada Rekomendasi dari kecamatan.

“Untuk pemangku kami tidak pernah memberikan rekomendasi, tetapi untuk sejumlah aparatur kemaren kami berikan karena memang ada pengajuan dari pekon dan kami laksanakan seleksi,” pungkasnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *