Cetak Sawah Diduga Nyambi Jual Pasir Ilegal di Lamtim, Gubernur dan Kapolda Lampung Jangan Diam

Lampung Timur, Telisiknews.id – Meskipun telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan telah di beritakan di beberapa media cetak dan online, yang tergabung di DPC AWPI Lampung Timur (Lamtim) beberapa hari terakhir metode pembuatan sawah dengan mengeruk pasir, dan diduga dijual secara ilegal demi menguntungkan diri pribadi dan kelompok, belum juga ada tindakan yang dilakukan oleh stakeholder terkait baik itu dari pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum (APH-Red).

Setidaknya seperti itu yang di ungkapkan Herizal Ketua DPC AWPI Lampung Timur, didampingi Rahmatullah sekretaris dan beberapa jajaran pengurus di Sektariat (30/10/2022).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Herizal mengatakan ,” yang jadi pertanyaan masyarakat saat ini ketika kita menemukan pelanggaran dan berakibat merugikan negara, serta merusak lingkungan dan melanggar peraturan perundang undang yang berlaku , apa yang harus dilakukan dan mengadu kemana,”? tanyanya.

“Bagaimana pertanyaan tersebut tidak muncul di tengah tengah masyarakat, hal yang sudah jelas dan nampak di depan mata serta telah viral di medsos karena, diberitakan oleh media online dan beberapa media cetak dugaan percetakan sawah yang ada di desa Rejo Mulyo, yang dilakukan oleh PT. Wahana Raharja yang terindikasi tidak mengacu pada pedoman teknis, dasar hukum, ketentuan tahapan pelaksanaan sampai saat ini kami (AWPI) belum mendapatkan informasi ada tindakan dari pihak pihak terkait,” tambah Herizal.

Pertanyaan “Apabila ada unsur pidana yang di sengaja dilakukan para pelaku yang mengambil pasir diduga secara ilegal di lahan menurut spanduk yang terpasang milik PT. Wahana Rahadja (Persiroda), milik BUMD Propinsi Lampung harus di berikan tindakan sesuai perundang undang yang ada guna memberikan efek jera terhadap pelaku,” tegas Herizal. (Red/doc/AWPI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *