CV.Gunung Muria Diduga Abaikan K3 dalam Pelaksanaan Pekerjaan Gedung Perpustakaan di Tubaba

Tubaba,Telisiknews.id – Pembangunan Gedung Perpustakaan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) di Tiyuh Pulung Kencana, yang di kerjakan oleh Cv.Gunung Muria, tidah memenuhi Standar Oprasional Prosedur (SOP), dan kangkangi Peraturan sebagai mana yang tercantum di dalam Undang – undang ketenagakerjaan, yang tertuang di dalam Pasal 14 Undang Undang No. 1 Tahun 1970.

Hal ini di katakan Mirhan selaku Ketua KWRI Tubaba saat di temui di Ruang kerjanya,jum’at, (3/6/2022).

Bacaan Lainnya

Seharusnya,” setiap pembangunan maupun rehab gedung yang dimenangkan oleh PT ataupun CV, wajib menerapkan Undang Undang (UU) Ketenagakerjaan yang tertuang di dalam Pasal 14 Undang Undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan dan Kesehatan pekerja, yang mana pengusaha atau pengurus perusahaan, harus menyediakan secara cuma-cuma alat perlindungan diri yang di wajibkan pada tenaga kerja dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat Kerja,” ujar Mirhan.

Lebih lajut lagi Mirhan mengatakan,” saya lihat kemarin, proyek pembangunan Gedung Perpustakaan Tubaba yang dikerjakan oleh CV.Gunung Muria, tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk para pekerjanya tidak di penuhi oleh CV.Gunung Muria. Seharusnya pekerja itu dilengkapi Helm Safety, Sepatu Boat, Sarung tangan, Masker, Kaca Mata. Namun ini sama sekali tidak ada Alat Pelindung Diri (APD), dan saya melihatnya sendiri, sangat miris ulah pengurus perusahaan CV.Gunung Muria ini tak perhatikan keselamatan pekerja,bahkan Papan nama Proyek juga tidak ada,” tegas Mirhan.

Lanjut Mirhan,”kemarin itu Saya datang ke lokasi pembangunan perpustakaan di Pulung Kencana,dan saya ketemu dengan Riko selaku pengawas lapangan, terkait anggaran pekerjaan gedung perpustakaan dan saya menanyakan brapa anggaran pembangunan ini, dirinya tidak mengetahui,” tandasnya.

“Saya disini bertugas untuk mengawasi singkatnya.

Bahkan Riko memaparkan bahwasanya dirinya baru saja lulus dari kuliah dan baru ini bekerja, dan diapun menjelaskan Kalau dirinya belum ada pengalaman kerja, dan ini baru pertama kalinya dia kerja proyek.

“Saya baru pertama kali ini kerja saya belum pengalaman, dan kalau masalah anggaran bangunan perpustakaan ini, kayaknya sih kurang lebih Rp9 Miliar lebih,dan untuk pekerjaan sendiri diperkirakan serah terima 30 Desember 2022,” jelas Riko,kata Mirhan.

Dan Mirhan juga menjelaskan.
Di tempat yang sama,
Ahmad, selaku konsultan menyampaikan bahwasannya dirinya selaku petugas di lapangan ialah untuk memastikan pekerjaan jangan sampai salah.

“Kalau ada yang salah, kita yang melakukan peneguran. Contoh kalau pekerjaan salah kita tegur, kita beri surat peringatan, jadi kalau teguran kita tidak di gubris, maka kedepan bukan salah kita lagi,” jelas Mirham menirukan ucapan Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad juga mengatakan, saat ini kita sedang melakukan peneguran kepada pihak rekanan secara tertulis dan komunikasi kenapa untuk plang proyek pekerjaan belum dipasang.

“Untuk masa kontrak dimulai dari 13 April sampai 31 Desember, Diharapkan juga pekerjaan ini sesuai Rap dan dapat berjalan dengan baik,” harapnya.Jelas Mirhan.(Reza)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.