Dana PUAP di Gapoktan Hanakau tak Jelas, Diduga Akibat PPL tak Pernah Bersosialisasi

Lampung Barat, Telisiknews.id – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), merupakan petugas dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang diperbantukan untuk memberikan pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan di bidang pertanian dengan basis administrasi kecamatan.

Sebelum membina, Penyuluh Pertanian Lapangan melakukan pendekatan dengan memahami kemampuan kelompok maupun perorangan agar materi yang disampaikan kepada petani dapat dicerna dengan baik oleh petani.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya diadopsi dengan baik agar petani senantiasa meningkatkan efisiensi usaha pertaniannya. Penyuluh Pertanian Lapangan dibekali kemampuan meliputi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sebagai pengajar.

Namun, apa jadinya ketika seorang PPL yang ditugaskan sejak era 2019 hingga 2022, tidak dikenal oleh Gapoktan dan Poktan dimana iya ditugaskan.

Hal ini diakui oleh pihak Gapoktan Maju Bersama Pekon Hanakau Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Kamis (7/4/22).

Pengakuan tersebut, dipaparkan Ketua Gapoktan Suyoto, saat warwan media iniengkonfirmasi penggunaan dana PUAP yang terkesan carut – marut di wilayah tersebut.

“Soal dana PUAP kami gak tau mekanismenya bahkan PPL nya sendiri belum pernah memberikan sosialisasi kapada kami, bahkan kami saja tidak kenal siapa PPL kami,” ujarnya.

Diketahui, PPL yang di tugaskan wilayah tersebut adalah Suko, yang sebelumnya bertugas di Kecamatan Balik Bukit dan pada era 2019 dirinya dipindah tugas kan ke Kecamatan Sukau untuk menangani wilayah pekon Hanakau dan Tanjung Raya.

“Masalah PUAP kami gak tau mekanismenya, karena kami gak pernah mendapat arahan dari PPL nya,” kata Suyoto.

Persoalanya, mungkinkah alibi – alibi yang dipaparkan Suyoto, merupakan alasan untuk menutupi panggunaan dana PUAP, atau bisa juga di simpul ada keterlibatan PPL tersebut dalam penggunaan dana PUAP itu. (Budi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.