Dengan Motto “Kerja Sarungan Hasil Karungan” Ustadz Pian Mampu Ciptakan Kampung Youtuber

Lampung utara,Telisiknews.id “Kerja sarungan dengan hasil karungan” sebuah motto viral yang tergabung dari Gendot Youtuber Comuniti (GYC) yang digagas seorang ustadz yakni Ustadz Sopian yang akrab dengan sapaan Ustadz Pian, sepulang dari mengenyam pendidikan di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Jawa Barat beberap tahun lalu.

Ustadz Pian kembali ke kampung halamannya, di Desa Suka Sari Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tahun 2016 lalu, dia mengabdikan diri dengan mengembangkan ilmu agama yang didapatnya dengan menjadi seorang pengasih di sebuah madrasah.

Bacaan Lainnya

Saat itu, Ustadz Pian melihat banyak pemuda pemudi yang meninggalkan desa dan merantau mencari pekerjaan di kota, sehingga membuat ustadz muda ini berpikir bagaimana cara mendapatkan uang dengan tetap bekerja di desa.

Lalu bersama beberapa teman dekatnya dia berpikir bagai mana memanfaatkan jaringan internet agar bisa menghasilkan pundi – pundi rupiah.

Saat itulah Silopian mengenalkan aplikasi Youtube kepada sejumlah kerabat dan keluarganya.

Dan keberhasilannya sebagai seorang Yuotuber ditularkan kepada para pemuda desa sehingga meluas sampai ke daerah lain seperti Kabupaten Way Kanan, Tasik Malaya dan daerah lainnya.

Bahkan sekarang tidak hanya, anak muda hingga banyak ibu – ibu berprofesi sebagai youtuber guna membantu meningkatkan ekonomi rumahtangga dan keluarga.
Semua ilmu tentang youtube diajarkanya secara gratis.

“Dulu kampung kita sepi karna pada merantau, tapi sekarang semua kembali ke desa dan bekerja di kampung,” ucapnya.

Bahkan saat tim Telisiknews menyambangi kediaman pemuda jebolan pesantren itu, ada seorang pemuda yang datang dari daerah Bekasi untuk belajar youtube kepada Ustadz Pian.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang warga Agus, yang kebingungan mencari pekerjaan.

“Dulu saya bingung harus usaha apa, tapi dengan ilmu yang di ajarkan ustadz Pian sekarang ekonomi saya sudah lebih mulai baik,” ujar Agus.

Dengan begitu layak daerah Gendot itu disebut Kampung Youtuber, karna hampir mayorits sekarang menjadi youtuber.

Ustad Pian berharap, para pemuda pemudi untuk bisa bijak dalam memanfaatkan hal tersebut, hingga dapat menjadi sumber penghasilan,dan semua itu juga tentunya ditunjang dengan ketersedian internet masuk desa.

“Terimakasih kepada pemerintah Program internet masuk desa, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang cerdas,” tandasnya. (Hery.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.