Dianggap Akal – Akalan, Kebijakan Dede Suherly dalam Penjaringan Kepala Pemangku Diragukan Warganya

Lampung Barat, Telisiknews.id – Puluhan Warga sambangi Kantor Peratin (kepala desa/red) Mekar Jaya Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat, (Lambar) Selasa (18/10/2022).

Kedatangan warga tersebut menuntut surat edaran penjaringan calon Kepala Pemangku di pekon (desa/red), tersebut yang tertuju hanya kepada 9 Pemangku yang ada di Pekin tersebut.

Bacaan Lainnya

Selain itu menurut salah satu warga warga, selain mempertanyakan ihwal surat edaran yang terkesan janggal, warga juga menuntut untuk kepala pemangku di adakan pemilihan oleh warga.

“Dalam surat edaran itu, warga mempertanyakan kenapa hanya untuk sembilan pemangku, sementara pemangku secara keseluruhan di Mekarjaya ini ada 13,” ujarnya.

Akhirnya, keputusan peratin dalam musyawarah yang dihadiri Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa tersebut, memutuskan penjaringan dilakukan kepada seluruh pemangku yaitu 13 pemangku se Pekon Mekarjaya.

Namun, kendati telah disambangi warga peratin tetap bertahan dengan keputusanya untuk melakukan penjaringan dan pra tes.

Akhirnya warga mengalah dengan mengikuti keputusan itu, yang penting dilakukan pemilihan bukan ditunjuk begitu saja.

Kendati demikian, ada hal yang janggal dan terkesan pembodohan masal oleh Peratin Mekarjaya Dede Suherli sebab, dalam pembuatan surat edaran rekrutmen atau penjaringan Kepala pemangku yang beredar sejak Senin kemarin banyak, aparat yang seharusnya dilibatkan dalam musyawarah tetapi tidak dilibatkan seperti Ketua Lambaga Himpun Pemekonan (LHP), Chandi dan juga Kaur Pemerintahan Riman Hidayat yang seharusnya dilibatkan dalam musyawarah.

“Saya juga kaget tau – tau ada pengumuman penjaringan kepala pemangku, sementara saya Keur Pemerintahan di Pekon ini,” kata Raman Hidayat.

Menurut warga, ada indikasi akal – akalan peratin dalam penjaringan tersebut, sebab selain kurang transparan tentang pembentukan panitia penjaringan dan pra test calon kepala pemangku, para Kepala Pemangku yang baru – batu ini diangkat berdasarkan Surat Keputusan (SK) peratin juga dimasukan sebagai Bakal Calon (Balon) Kepala Pemangku.

“Ini sudah keliatan janggalnya, dan saya yakin ini gak bakal transparan karena kepanitiaanyapun gak jelas sejak sestem penjaringan dilakukan, bisa saja itu hanya dilakukan orang – orang dekat peratin,” kata dia.

Ditambah lagi, para kepala pemangku yang baru baru ini diangkat berdasarkan SK pratin langsung dimasukan ke bakal calon.

“Ini terkesan hanya akal – akalan peratin untuk tetap mengangkat orang orang yang ditunjuk dia beberpaa waktu lalu, dengan alih – alih mengikuti penjaringan dan ters kelayakan,” ucap warga.

Warga berharap, dalam malakukan penjaringan, dan tes calon harus lebih transparan jangan hanya semua berdasarkan keputusan peratin saja.

“Saat ini timbul mosi tak percaya di kalangan Mekarjaya karena kinerja peratin yang acap kali membuat kecewa, tidak transparan, dan selalu memutuskan sesuatu tanpa musyawarah,” pungkas warga. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *