DPMP Lambar Lamban Tangani Permasalahan Ida Wati vs Nandang

Lampung Barat,Telisiknews.id – Akibat terlalu lama diperam di meja Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus, berkas Pemberhentian Ida Wati Arafat oleh Peratin Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Nandang Romadona, yang diduga tidak sah secara admistrasi hingga dilaporkan ke beberapa Dinas Instansi seperti, Inspektorat Lambar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar hingga ke Bupati Lambar beberapa bulan lalu, sampai saat ini terkesan dipermainkan oleh pihak pihak tertentu.

Pasalnya, setelah laporan masuk selang beberapa hari pihak inspektorat melakukan pemanggilan terhadap orang – orang yang terlibat dan melakukan pemeriksaan, sehingga hasil pemeriksaan tersebut sampaikan ke Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) dan tiba di Meja Bupati Parosil Mabsus.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah koordinasikan dengan protokol Bupati untuk dimohonkan tanda tangan oleh Pak Bupati,” ujar Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Puguh Sugandi bebrapa waktu lalu saat dikonfirmasi via Phonsellnya.

Namun setelah terbit berita yang membahas soal itu Minggu, (8/7/2022) kemarin pihak protokol mengatakan berkas tersebut telah ditandatangani.

Hal tersebut menunjukan, bahwa pihak Inspektorat Lambar telah melakukan pekerjaan sesuai prosedur.

“Tapi jika sudah ditanda tangani mengapa tidak dikembalikan ke Inspektorat,” kata Ida.

Ironisnya, Pihak Dinas yang berkewenangan mengawasi kegiatan Pekon dalam hal ini DPMP Lambar, justru berpangku tangan, dengan alasan menunggu hasil dari inspektorat sementara laporan itu, tidak hanya masuk ke Inspektorat melainkan ke Dinas tersebut dalam waktu dan hari yang sama.

Sementara laporan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris DPMP Syahril, dan saat itu dia berjanji akan segera menindak lanjuti dan menyampaikan laporan tersebut ke Kepala Dinas Syehudin.

“Secepatnya akan kita tindak lanjuti dan akan kita pelajari,” ucap Syahril.

Pertanyaannya, mengapa Kepala DPMP justru terkesan no comment, apakah laporan yang masuk itu dipendam oleh sekretaris dan tidak disampaikan ke Kadisnya.

“Masalah kecil saja mereka berbelit – belit alasan harus mengikuti prosedur, tetapi justru prosedur terkesan dijadikan sarana untuk meredam permasalahan,” ucap Ida.

Bahkan menurut Ida saat dirinya mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala DPMP Syehudin, mengatakan, “jika masalah tersebut telah di tindak lanjuti pastinya Peratin bisa menjawab pertanyaan Ibu kalau belum kita sama – sama tunggu aja,” ucap Ida menirukan penyampaian Kadis PMP Lambar tersebut.

Artinya, selama ini benar jika pihak DPMP diam, kendati laporan telah masuk ke Dinas tersebut.

Anehnya, Kepala Dinas tersebut justru menyuruh Ida Wati Arafat, untuk menanyakan perkembangan masalah itu kepada Nandan Romadona selaku Peratin yang memberhentikanya.

“Tidak logika aja seorang Kepala Dinas brbicara seperti itu, kenapa ida harus bertanya ke pratin toh berkasus juga,” pungkas Ida (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.