HEBOH…! Ketua LMP Angkat Bicara Terkait Kejahatan Anggaran dan Mark-up Proyek di Dinas PUPR Lamtim

Lampung Timur, Telisiknews.id – Amir Faisol, SH, selaku Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang (Macan) Lampung Timur (Lamtim), angkat bicara setelah beberapa waktu yang lalu, dihebohkan dengan pemberitaan pengalihan anggaran.

Anggaran yang dimaksud adalah anggaran proyek pembangunan Ruang Terbuka Publik /Icon Kota Sukadana dengan nomor kontrak 170.C-PUPR/PPK/SP/2022 tanggal 30 September 2022 yang sampai saat ini proyek pekerjaannya belum dilaksanakan oleh perusahaan pemenang lelang CV.PENDAWA, dengan harga kontrak yang tertuang di SPSE Paket tersebut adalah Rp. 4.911.000.000,-.

Bacaan Lainnya

Karna anggaran di alihkan untuk membayar hutang Oleh Dinas PUPR Lamrim maka proyek pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan, menurut Amir, hal ini ada indikasi kejahatan anggaran APBD.

Dalam hal beberapa proyek pekerjaan di Dinas PUPR Lamtim yang diberikan kesempatan perpanjangan waktu, bagi yang belum menyelesaikan proyek pekerjaan diakhir Tahun 2022

“Yang menjadi pertanyaan kami adalah,
seberani itukah PA dan PPK bisa menjamin ketersediaan anggaran proyek itu di TA 2023 untuk pembayaran proyek tersebut,” ujarnya.

“Karna sepaham kami hasil perhitungan proyek itu di Ahir tahun 2022 saja belum terbayar kan karna anggaran tidak ada,” imbuhnya.

Terkait proyek pekerjaan trotoar di tepi jalan lintas pantai timur tepatnya didepan Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, yang telah banyak menyebabkan kendaraan amblas dan kemudian menyebabkan lakalantas.

“Menurut saya ini adalah proyek pekerjaan yang diciptakan oleh Dinas PUPR LamtimĀ  dan rekanan dengan kesengajaan membuat jebakan.
Karna pada tanggal 21 Desember 2022
saat mobil Fuso amblas disana diperas oleh oknum pengawas proyek itu sebesar Rp.5.000.000,” kata dia.

“Kemudian kemaren pada tanggal 4 Januari kembali mobil Fuso amblas di sana dan ditindak oleh oknum berpakaian ASN dengan mengambil surat jalan dan KTP si sopir Fuso. Karena saya yakin pihak perencanaan paham bahwa trotoar itu ada di tepi jalan lintas pantai timur, yang kelas jalannya adalah jalan negar, akan tetapi kenapa di buat kontruksi seperti ini,” tegasnya.

Dan tenaga ahli pelaksana proyek pekerjaan itu pun yang bernama Nanang mengatakan, pelaksanaan pengecoran trotoar itu di kerjakan dengan biaya 12. juta untuk 12 meternya.

“Setelah kami Ukur total panjang trotoar itu adalah 139,7 meter artinya total biaya pekerjaan itu adalah Rp 138.700.000,-Dari semua kegagalan dan dampak dari proyek pekerjaan di dinas PUPR Lampung timur, maka kami selaku salah satu ORMAS di Lampung timur meminta kepada kepala dinas PUPR Lampung timur untuk mengundurkan diri dari jabatannya,” tandasnya.

“Karena ketidakmampuannya dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai kepala dinas di PUPR Lampung timur,” ujarnya.

“Dan kita semua pun paham bahwa kepala dinas PUPR Lampung timur sudah lama tidak pernah ngantor dan beberapa kali di panggil oleh legislatif pun tidak pernah mau datang,” pungkasnya.(*Rmt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *