Johanuddin, Penulisan Nama pada Dokumen Kependudukan Tidak Boleh Disingkat

Tubaba, Telisiknews,id – Terapkan aturan pemerintah dalam negeri nomor 73 tahun 2022 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) larang penulisan nama pada dokumen kependudukan, tidak boleh di singkat melainkan harus di tulis secara lengkap dan jelas.

Hal tersebut di katakan sekertaris Disdukcapil Tubaba Johanuddin mewakili Kepala Dinas (Kadis), Disdukcapil Tubaba Hariyanto saat di konfirmasi Telisiknews.id, di ruang kerjanya, pada Senin (30/05/2022).

Bacaan Lainnya

Pemendagri Nomor 73 tahun 2022, tentang pencatatan nama itu dimaksud agar sebuah nama yang dimiliki seseorang itu, bermakna dan tidak berkonotasi dan tidak bisa multitafsir artinya nama itu tidak boleh di singkat.

Adapun peraturan yang du keluarkan Pemendagri Nomor 73 tahun 2022 berlaku untuk dokumen seperti, Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, akte kematian, akte perkawinan, kartu tanda penduduk (KTP) dan bentuk dokumen kependudukan yang berhubungan dengan Disdukcapil.

“Perbedaan nya adalah, kalo kartu tanda penduduk dan kartu keluarga boleh mencantumkan gelar akademik,” jelasnya.

Lanjut Johanuddin menjelaskan, untuk penulisan huruf dokumen kependudukan di amanahkan dalam Pemendagri Nomor 73 tahun 2022, maksimal 60 huruf, termasuk tanda baca dan di harapkan penulisan nama tersebut harus memiliki dua suku kata.

Dirinya juga berharap kedepannya, agar seluruh masyarakat dapat sama-sama membantu dan saling berusaha menerapkan aturan Pemendagri, yang telah di tetapkan dengan cara menerima peraturan ini dengan baik serta ikut mematuhinya yang bertujuan untuk kebaikan kita sesama.

“Mana yang sudah terlanjur mempunyai itu tetap kita lanjutkan tetapi semenjak aturan ini telah di tetapkan kedepannya harus tetap mengacu pada Pemendagri dan mematuhi aturan yang ada,” imbuhnya. (Reza)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.