Kalah dalam Lelang Tender, Edi Sila Sambangi Kanwil Kemenag Lampung

Bandar Lampung,Telisiknews.id – Edi Sila pelaksana Perwakilan CV.Wijaya Bangun Nusantara (WBN) mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung (Kanwil Kemenang) Lampung, untuk menanyakan tindak lanjut sanggahan yang disampaikan terkait tender proyek Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kota Metro pada Selasa, (19/04) lalu.

Tujuanya guna menemui Ketua Panitia Lelang yang Yan Maradona dan Hesty, Wal. Namun keduanya tidak berada dikantor sehingga Edi selaku peserta tender yang merasa dicurangi, saat proses lelang hanya dapat menemui Kepala Bagian (Kabag) Humas bernama Indri.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut Edi mempertanyakan dimana letak kesalahan perusahaannya, sehingga tidak dimenangkan dalam proses tender tersebut.

“Semua dokumen pelelangan (DOPEL) sudah kami sediakan dan Jika kami salah tolong tunjukan dimana letak kesalahannya,” ungkapnya. Rabu (11/05/2022).

Dia juga mengatakan, persyaratan BPKB tidak diatur dalam dokumen pelelangan (DOPEL), dan tidak menggugurkan bagi perusahaan peserta tender.

‘Namun disayangkan mengapa salah satu panitia lelang, mengacu pada kepres yang memang didalam DOPEL tidak diatur,” ujar Edi

Edi juga mempertanyakan soal tiga perusahaan yang dimenangkan bisa mengetahui harus memaakai persyaratan BPKB, ia menduga telah terjadi perbuatan permainan curang.

“Atau sebelumnya, sudah diarahakan dan terkondisi oleh oknum panitia lelang,” tegasnya.

Edi berharapkan kepada bagian humas untuk dapat mempertemukan dengan ketua panitia lelang (Pokja), untuk mendapatkan penyelesaian.

“Jangan mempermainkan kami seperti ini,” tegas Edi.

Indri selaku humas yang ia ketahui kesemua Pokja akan diambil dari pusat dengan jumlah tiga orang berdasarkan edaran sekjen di awal tahun lalu, dia merasa bingung kenapa Pokja dipilih dari Lampung, yang semestinya semua Pokja dipilih dari pusat.

“Dalam hal proses tender yang bertanggung jawab penuh di panitia Pokja, baik lulus atau gugurnya, karena seyogyanya mereka yang tahu percis didalamnya, dan untuk selanjutkan kami akan berusaha untuk mempertemukan kedua belah pihak,” kata Indri.

Sebelumnya telah diberitakan, proses tender tersebut, diduga telah terjadi kejanggalan pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian Agama wilayah Lampung

CV Wijaya Bangun Nusantara menyanggah proses lelang pembangunan Gedung PLHUT dengan nilai pagu Rp1.970.719.999 lewat surat No.33/Sanggahan/CV.WBN/IV/2022 tertanggal 08/04/2022 ke Pokja Pekerjaan Konstruksi UKPBJ Kementerian Agama.

Dia juga mengakui sebelumnya, Edi selaku kontraktor yang mengikuti tender merasa dirugikan karena selisih harga penawaran yang terendah,

“semestinya perusahaan kami yang menang,” kata Edi Sila

CV Wijaya Bangun Nusantara menawar Rp1.389.357.000 dari nilai pagu Rp1.970.719.999, namun panitia memenangkan CV Tugu Bangun Karya, rangking 21 dengan nilai penawaran Rp1.672.365.039,74. Ada selisih harga penawaran sebesar Rp283.008.039,74,” tegasnya .

Dia merasa aneh lagi tahapan evaluasinya begitu cepat, terkesan ada upaya untuk memenangkan perusahaan lain.

Edi yang merasa perusahaannya dirugikan oleh panitia lelang, dan meminta Pokja Pekerjaan Konstruksi UKPBJ Kementerian Agama Republik Indonesia mengevaluasi ulang proses tendernya, bukan tender ulang.
Surat sanggahan CV Wijaya Bangun Nusantara mengirimkan surat sanggahan ke Pokja Pekerjaan Konstruksi UKPBJ Kementerian Agama Republik Indonesia,
dengan tembusan

1. Itjen Kemenag RI Cipete, Jl. RS. Fatmawati Raya No.33A, RT.14/RW.4, Cipete Sel.,
Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12420

2. Ombusman Provinsi Lampung,

3. Sekjen kementerian Agama RI,

4. LKPP

5. Inspektur Investigasi Kemenag Provinsi Lampung

6. Polda Lampung

7. Kajati Lampung

8. PPK Pekerjaan Pembangunan Gedung PLHUT Metro Kota Metro.. (contributor/Erwin.M)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.