Keluarga Besar Korban Pembunuhan 1 Keluarga di Way Kanan Minta Pelaku Dihukum Mati

Way Kanan, Telisiknews.id – Keluarga besar Korban pembunuhan 5 anggota keluarga secara sadis yang dilakukan oleh anak kandung korban, di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara batin, Kabupaten Way Kanan, menuntut aparat penegak hukum agar dapat menghukum mati Pelaku pembunuhan, Senin (11/10/2022).

Pelaku Erwinudin, pada saat rekonstruksi memeragakan adegan dimana dirinya saat membunuh ke 5 anggota keluarga karena di latar belakangi warisan.

Bacaan Lainnya

Adapun 4 anggota keluarga yakni Zainudin, Siti Romlah, Wawan, dibunuh dengan cara dipukul menggunakan kapak hingga meninggal dunia, sementara Zahra yang tidak lain Keponakan Pelaku, dibunuh dengam cara dicekik hingga meninggal, setelah itu tersangka membuang jasad ke 4 keluarganya ke dalam septic tank, yang kemudian dicor.

Sementara korban atas nama Juwanda yang tidak lain adik tiri tersangka, dibunuh dengan cara dipukul menggunakan besi panjang, lalu diikat, kemudian pelaku memimta bantuan anak kandungnya yaitu Diki Wahyudi, untuk membantu menguburkan jasad Juwanda di kebun miliknya.

Warga Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, menyatakan sikap untuk meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat Menghukum Erwinudin dengan hukuman mati, dan bila perlu mereka akan melaporkan kasus tersebut kepada Presiden Republik Indonesia.

Ikhtiari Sodik tetangga korban yang juga sudah menganggap almarhum Zainudin sebagai bapak angkatnya mengatakan, dirinya sangat terpukul dan kehilangan korban, dan kehilangan korban, menurutnya Zainudin merupakan sosok yang sangat baik, keluarga akan melakukan tahlilan dan doa bersama selama tujuh hari untuk mendoakan mendiang korban dan ke empat keluarganya.

Dirinyapun menuntut agar petugas memberikan hukuman seberat-beratnya, yang setimpal untuk pelaku yang begitu keji memghabisi nyawa orangtua kandungnya dan keluarganya.

Sementara keluarga Besar Korban Zainudin dari berbagai daerah menuntut agar pelaku Erwinudin dapat dihukum Mati.

“Bila perlu kami akan melaporkan kasus tersebut kepada presiden Indonesia, gar pelaku dihukum mati,” ungkap salah satu keluarga korban.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal 338 Junto Pasal 340.

Sementara Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menerangkan bahwa, atas perbuatan bersangkutan pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun.

“Namun bisa berkembang, apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan akan kami kenai dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau semur hidup,” tutup Kapolres. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *