Ketua K3S Seragi Lamsel, Diduga Tilap Dana BOS untuk Kepentingan Pribadi

Lampung Selatan-telisiknews.id Iyalah Wawan, Ketua Kelompok Ketua Kepala Sekolah (K3s) Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), diduga memanfaatkan jabatanya untuk melakukan tindakan sewenang wenang terhadap Setiap Kepala Sekolah (Kepsek) yang ada di bawah naungannya.

Hal itu diketahui berdasarkan penjelasan sejumlah oknum kepsek kepada awak media, beberapa waktu lalu atas tindakan arogansi dan Korupsi Kolusi Nipetisme (KKN)

Bacaan Lainnya

Menurut pengakuan narasumber, oknum Ketua K3s itu dugaan tindakan korupsi yang dilakukannya dengan cara menekan seluruh kepesek memberikan setoran dengan memotong dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp9500 rupiah selama bertahun – tahun lalu pada tahun 2021 potongan dana tersebut diturunkan menjadi Rp5500 rupiah, dikarenakan sejumlah kepsekulai merasa keberatan.

Kendati begitu, selama adanya Pandemi covid-19, Ketua K3s itu tetap meminta setoran meski tidak ada kegiatan.

Ironisnya Ketua K3s yang juga sorang menjabat sebagai seorang kepsek tersebut, merekayasa sebuah surat yang jadikan senjata saat ada yang mempertanyakan terkait setoran dana bos tersebut.

Di dalam surat tersebut, dituliskan bantuan para kepsek di kecamatan Sragi untuk biaya operasional kegiatan K3s, sebesar Rp30.000 dengan dasar surat yang ditandatangani seluruh kepsek se-Kecamatan Sragi sehinhga oknum Ketua K3s tersebut leluasa melancarkan aksinya.

Salah satu kepsek yang enggan di publikasikan namanya juga menjelaskan, bahwa setiap guru yang mendapatkan dana sertifikasi oknum tersebut langsung menghubunginya dan meminta setoran sebesar Rp Rp159.000 rupiah.

“Namun guru yang mendapatkan dana tersebut hanya memberikan Rp100,000 per guru yang mendapatkannya,” ucap dia.

Masih kata kepsek itu, iya juga meminta dana dari insetif guru honor sebesar Rp 35,000 per guru honor per bulanya.

“Begitu juga isnsetif bendahara juga di mintanya sebesar Rp 100,000 setiap bendahara mengambil insentifnya.
Sedangkan untuk pengambilan SK bendahara iyapun meminta Rp 50,000 per SK yang di ambil di kalikan 19 sekolah,dn di tahun 2021 iya telah meminta sebesar Rp 100,000 per Surat Keterangan (SK) yang iya berikan,” imbuhnya

Fatalnya, SK tersebut segaja iya buat masa berlakunya satu tahun sekali sehingga, di awal tahun dia mendapatkan dana tersebut.

“K3s juga membuat program yang seolah olah program tersebut program dinas, padahal program tersebut tidak di ketahui dari pihak dinas, diantaranya dia mengantarkan ke 19 sekolah berupa timbangan duduk dn alat pengukur tinggi badan, bahan pakaian batik serta sampul rapor dann sekolah yang telah di antar timbanganya wajib membayar Rp 1,500.000, padahal kepala sekolah tersebut tidak memesan ya,” imbuhnya.

Diketahui di Kecamatan Sragi terdapat 19 sekolah dasar Negri dan kurang lebih 3200 siswa.

  1. Hingga berita ini diterbitkan, Wawan sang Ketua K3s tersebut belum dapat di konfirmasi, sebab saat di hubungi via ponselnya baik malalui Whatsapp maupun telepon sama sekali tidak ada respons.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.