Kirim Panggilan via WhatsApp, Ketua LSM Gabak Anggap Sekcam Kebun Tebu tak Mengerti Admistrasi

Ketua LSM Gabak Agus Niar

Lampung Barat, Telisiknews.id – Pengiriman undangan pemanggilan sejumlah orang di Pekon Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar), oleh Inspektorat setempat soal dugaan pelanggaran admistrasi, melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Kebuntebu Agus Hadi Purnama 8 Juni 2022 lalu justru terkesan tidak sah secara admistrasi.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, pihak kecamatan tidak mengirimkan surat resmi secara fisik saat mengirimkan undangan, pemanggilan tersebut. Melainkan berbentuk file FDF via WhatsApp bukan berbentuk surat resmi.

Sementara, kemampuan tekhnologi seseorang berbeda-beda dan tidak semua orang memilik smartphone canggih, yang memiliki aplikasi untuk membuka File Fdf itu.

Dan akibatnya pada hari pemanggilan tersebut, ada yang tidak memenuhi panggilan pihak Inspektorat Lambar, karena file FDF tersebut tidak dapat dibuka di smartphone, milik Samroni Ketua LHP Cipta Mulya.

“Saya tidak tau apa isi file itu karena di HP saya tidak bisa dibuka, kami sudah berupaya membuka tapi tidak bisa dibuka, sehingga dalam file itu saya gak tau kalau ada nama saya yang turut dipanggil,” ujar Samroni.

Menanggapi hal tersebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anak Bangsa Anti Korupsi (Gabak), Agusniar mengatakan, hal tersebut merupakan tindakan tidak mengerti tentang admistrasi dan pemerintahan.

“Ini perbuatan seorang sekcam, tidak mengerti tentang administrasi kalau begini ini pemerintahan lebih mundur dari tahun delapan puluhan,” ujar agus.

Menurutnya hal ini merupakan hal yang cukup ironis sebab, pemanggilan tersebut terkait indikasi pelanggaran admistrasi oleh Peratin Cipta Mulya Nandang Romadona soal pemberhentian perangkat pekon, justru terkesan tidak sah secara admistrasi.

“Kalau seperti ini, Sekcam tersebut harus diberi pembekalan tentang tatakelola pemerintahan jangan cuma mau gajinya saja kerja ogah – ogahan,” kata Agus.

Masih kata Agus, perbuatan semacam itu terkesan meremehkan perintah dari pihak Inspektorat Lambar sebab. “Ini pekerjaan bodoh, saya berharap pihak Inspektorat panggil juga sekcam itu karena sama saja hal itu meremehkan inspektorat,” tegasnya.

Agus menambahkan, aparat pemerintahan terlebih pihak kecamatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, harus bekerja secara profesional dan mengerti tatakelola pemerintahan dan admistrasi.

“Saya kecam perbuatan semacam ini karena seakan mengesampingkan tugas dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.