Lampung Barat Hebat, Awak Media yang Sorot PEN Diduga Jadi Target Dinas PUPR

Lampung Barat,Telisiknews.id – Ditengah maraknya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), utamaya yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), justru terkesan menimbulkan ancaman tersendiri bagi para awak media yang berperan sebagai control sosial dan tak terkecuali pembangunan infrastruktur tersebut.

Ironisnya, bagi awak media yang menyoroti pembangunan melalui dana PEN itu justru Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Lampung Barat (Lambar), Robert Putra, terkesan menargetkan awak media yang fokus menyoroti realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), untuk pembangunan sembilan ruas jalan tersebar di Kabupaten berjulukan Bumi Beguai Jejama itu.

Bacaan Lainnya

“Kamu laporkan saya, itu aja belum beres. Kamu nggak baik-baik. Target PU itu kamu, karena kamu yang tau persis proyek itu,” ujar Kabid Bina Marga PUPR Lambar, Robert Putra, saat disambangi awak media grup Serikat Jurnalis Independen Lampung, dikantornya Kamis (19/5/2022).

“Saya tidak tahu maksud target yang dikatakan Pak Robert, tetapi setelah mendengar hal itu saya merasa tidak nyaman dan khawatir kalau ada apa-apa dengan saya,” ujar awak media grup SJ-I, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan dengan alasan keamanan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Hukum Serikat Jurnalis Independen, Sumarlin, menyatakan jika kata-kata yang disampaikan Kabid Bina Marga PUPR Lambar tersebut, merupakan bentuk intimidasi terhadap kinerja rekan-rekan jurnalis yang menyoroti realisasi dana PEN.

“Ini ada apa sampai sekelas pejabat menyampaikan kata-kata bernada intimidasi kepada awak media. Kalau memang tidak mau mendapat sorotan atas kinerja mereka maka harus bekerja yang maksimal dan berpihak kepada rakyat,” kata Sumarlin.

Menurut Sumarlin, sikap yang ditunjukan Kabid Bina Marga tersebut, menandakan adanya kelemahan mental lantaran beban kerja yang berat.

“Kalau semua pejabat seperti ini, bisa gawat jadinya. Siapa lagi yang berani melakukan koreksi terhadap kinerja pemerintah,” tambahnya.

Sumarlin juga memastikan, pihaknya akan memeriksa kejiwaan dari awak media yang telah diintimidasi oleh Kabid Bina Marga tersebut.

“Kita tidak mau nanti rekan kita kenapa-kenapa, apalagi sampai psikisnya terganggu maka lebih baik kita akan periksakan kesehatannya,” imbuhnya.

“Proyek PEN yang banyak disorot itukan punya Bos Besar, jadi wajar kalau banyak pihak yang rela pasang badan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah APH berani menindaklanjuti setiap temuan persoalan, yang disampaikan terkait permasalahan PEN tersebut,” tandas Sumarlin. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.