Mengapa Bupati Lampung Barat Diam Saat Cap dan Tandatangannya tak Dihargai

Lampung Barat, Telisiknews.id – Surat hasil pemeriksaan permasalahan antara Nandang Romadona Peratin (kades/red) Pekon (desa/red) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yang telah terbit dan ditandatangani langsung oleh Bupati Lambar H.Parosil Mabsus beberapa waktu lalu, dengan nomor surat B/900 AH 13/2022 dan Prihal : Sangsi Admistratif kepada Peratin Cipta Mulya Nandang Romadona.

Kendati demikian, surat tersebut diduga tidak sama sekali digubris oleh sang peratin.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakatnya Pekon (DPMP) Lambat Syehuddin saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, surat tersebut telah di instruksikan kepada Camat Kebun Tebu Ernawati.

“Semua telah kita sampaikan kepada Camatnya sekarang kita tunggu perkembangan,” ucap Syehuddin.

Dilain waktu, saat Tim mengkonfirmasi hal itu kepada Camat setempat, Ernawati mengatakan pihaknya telah menginstruksikan hal itu kepada Nandang Romadona namun hingga saat ini, instruksi itu hanya sebatas instruksi dan tanpa ada pengawalan.

“Tetapi sampai saat ini belum ada kabar dari peratin,” katanya singkat.

Ironisnya, sebagai pihak yang berkewenangan mengapa DPMP dan camat seperti tak bernyali melakukan tindakan sesuai instruksi Bupati dalam surat itu kepada Nandang Romadona.

Bahkan saat tim menanyakan bukti surat pemanggilan terhadap peratin, Ernawati via WhatsApp, seakan berat memberikan bukti tersebut, dengan alasan sedang sibuk.

“Maaf saya masih sibuk dan tidak sedang berada di kantor,” jelasnya singkat.

Menanggapi hal itu Ida Wati Arafat, mengatakan ini seperti sebuah pembiaran, dan sepertinya pihak – pihak tersebut sengaja untuk tidak menindak lanjutinya.

“Sebagai orang nomor satu di Bumi Beguai Jejama ini bupati harus bersikap tegas atas tindakan Nandang Romaona yang seakan tidak mengindahkan instruksi Bupati itu, serta Bupati juga tegas terhadap kinerja pihak DPMP dan Camat Kebun Tebu yang terkesan tidak profesional, masa masalah sekecil ini prosesnya sampai 6 bulan, lalu selama ini mereka ngapain,” ucapnya.

Ida menyesalkan kinerja pihak – pihak tersebut, sebab masalah sekecil itu saja bisa sampai berlarut – larut, bahkan surat yang ditandatangani langsung oleh Bupati seakan saja tidak diindahkan.

Ida juga mengatakan, jika dalam minggu – minggu ini pihak – pihak tersebut tidak ada penyelesaian dia bertekad akan melaporkan permasalahan tersebut ke pihak Provinsi Lampung.

“Kalau masalah ini tidak selesai di Kabupaten saya akan lapor ke Provinsi sampai saya mendapatkan keadilan, ini bukan soal pekerjaan lagi tetapi sudah menyangkut harga diri, sejak awal saya melihat banyak ketidak profesional oleh pihak – pihak tersebut dalam penangan masalah ini,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *