Meski di Pungut Biaya Hingga Ratusan Juta, Siswa PKL SMK Bhakti Mulya Tetap Meminum Air Ledeng

Foto Ist.

Lampung Barat,Telisiknews.id – Alih – alih biaya Praktek Kerja Lapangan (PKL) pihak SMK Bhakti Mulya Suoh diduga menarik biaya cukup fantastis hingga Rp 3,393 persiswa.

Bacaan Lainnya

Hal itu di sampaikan salah satu wali murid SMK yang enggan disebutkan namanya, yang merasa keberatan dengan keputusan sekolah yang menarik biaya PKL yang berjumlah cukup fantastis itu.

Karena menurutnya rincian kegunaan biaya tersebut, yang tidak sesuai dengan apa yang dimusyawarahkan sementara menurut kesepakatan rapat sekolah
biaya tersebut :
1, Untuk biaya tranpotasi dari sekolah ke lokasi PKL yaitu di seputar Kecamatan Balik Bukit,
2, Indekost
3, Almamater Atau Jas Dekolah.

Sehingga dengan begitu, banyak wali murid dan siswa merasa kecewa sebab, pihaknya telah memberikan dana cukup besar untuk kegiatan PKL, tetapi dalam pelaksanaannya para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut solah tidak diperhatikan selama manjalankan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

“Kadang kami juga minum air keran, bahkan untuk makan dan mani kami dalam setiap hari kami kembali meminta kiriman kepada orang tua, sementara kami sudah iyuran sebesar 3 juta lebih,” ucap salah seorang siswa.

Sementara menurut salah satu pemilik indekost bahwa rumah yang dikontrak tersebut sebilai Rp1,5 juta selama 3 bulan untuk air listrik para siswa
Itupun air dan listrik siswa membayar sendiri.

Selain itu, pihak dimana pasa siswa itu malakukan PKL juga tidak menerima biaya apapun untuk kegiatan itu.

“Kami tidak minta apa – apa justru kami bersyukur kami dibantu bahkan kadang kami beri mereka uang jajan,” ujar salah satu pemilik bengkel.

Sentara, untuk biaya indekost, dalam satu kamar itu di huni 7 sampai 8 org siswa sehingga jika dihitung tidak terlalu besar dana yang terserap
Padahal dana 3,393 000 jika di kalikan 85 siswa biaya PKL tersebut mancapai Rp 288,405 juta.

Terpisah Kepala SMK Bhakti Mulya Rofik saat memberi klarifikasi via phonsellnya mengatakan, semua berdasarkan keputusan musyawarah dengan pihak wali murid dan dia memang mangakui bahwanya, pihak sekolah hanya memfasilitasi indekost ammamater dan juga biaya transportasi menuju lokasi di gelarnya PKL.

“Kalau begitu pendamping saya, akan segera melakukan penelusuran kembali soal keluhan – keluhan dari siswa dan wali murid tersebut,” pungkasnya.

Persoalannya, jika memang hal itu berdasarkan keputusan musyawarah, mengapa masih ada pihak – pihak yang dikecewakan lalu, jika dilihat dari biaya yang di pungut dengan biaya siswa saat melaksanakan PKL termasu pembelian Almamater untuk 80 siswa lebih mungkinkan menghabiskan dana hingga ratusan juta.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.