Modus Pembelian Seragam Sekolah, Pihak SMA N 1 Blambangan Umpu Diduga Ajang Bisnis dan Pungli

Way Kanan, Telisiknews.id – Modus untuk melakukan Pungutan Liar (pungli) tampaknya sudah mendarah daging di lingkungan sekolah. Ironisnya, perbuatan tak halal itu malah dilakukan oleh tenaga pendidik.

Wajar saja jika pungli di Indonesia bak rambut dan kepala sulit Untuk di berantas.

Bacaan Lainnya

Sebab, perilaku pungli sudah diajarkan di lingkungan sekolah, banyak modus pihak sekolah dalam melakukan aksi pungli, mulai dari jual seragam sekolah, uang OSIS, uang LKS, biaya pendaftaran ulang, uang, try out, uang pramuka dan masih banyak lagi.

Salah satunya, dugaan dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SMA), Negeri 01 Bl Umpu yang melakukan tindakan menentang Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan( Permendikbud) semakin menjadi, Kamis (29/9/2022).

bagaimana tidak, baru kemarin di beritakan terkait pungutan beralasan untuk pembangunan pagar dan meubeler diduga terkesan pungli dan ini ada pengakuan dari wali murid tentang pendaftaran sekolah.

Terkait pemberitaan kemarin narasumber yang merupakan salah satu wali murid yang enggan dipublikasikan namanya, menjelaskan,
“selain Rp.260 ribu rupiah ada juga pak, mereka menarik dana pendaftaran senilai Rp1 juta rupiah untuk penebusan seragam sekolah, baju olahraga, baju batik, dan almaeter, perlengkapan sekolahlah,” imbuhnya.

Ditanya apakah tidak coba menyanggah kepada pihak sekolah, soal Wali murid terkait dugaan pungli tersebut, narasumber mengatakan, “ya gimana ya pak, soalnya yang lain pada diam. Masak saya sendiri yang mau, nolak seakan bernada ikhlas, tapi tak rela,” tandasnya.

Kembali bertanya kepda narasumber, dan apakah pihak sekolah coba mnyerahkan keputusan seragam sekolah kepada wali murid untuk Beli sendiri?
“Oh tidak pak kata mereka suruh kasih uang pendaftaran senilai satu juta untuk seragam sekolah.
Tidak lama waktu tanya jawab anaknya, spontan bicara!! kami beli juga buku LKS,” celetusnya.

Sangat disayangkan, dugaan ada oknum yang masih saja memanfaatkan lingkungan pendidikan dengan permainan bisnis, modus seragam sekolah, dan buku LKS.
selain itu dugaan “Bisnis dan Pungli” sekolah SMA, itu juga terkesan benar adanya.

Disaat tempat Konveksi lokal terdekat dijadikan perbandingan harga, satuan biaya per seragam menghabiskan berapa, terkait pembuatan seragam sekolah sembari membawa contoh barang/seragam sekolah SMA, di tempat konveksi terdekat tersebut guna untuk pengumpulan nahan dan keterangan (PULBAKET), pemilik konveksi itu memaparkan.

“Baju Batik ini mah murah pak, harga bahan nya pun saya prediksi 10 Ribu permeter dan kisaran habis bahan satu meter setengah, untuk satu Seragam Batik Ini. Nah!! Kalau seragam olah raga ini sekitar 40 ribu permeter untuk ukuran bahan, habis sekitar ya samalah, kalau mau beli bahan jangan Meteran pak gulungan aja kalau mau Buat Banyak,” cetusnya.

jika sudah begini bagaimana tidak kuat dugaan Pungli, modus seragam atau bisnis modus seragam.
dari biaya, yang dikeluarkan wali murid sebesar Rp 1 juta Rupiah.

Untuk diketahui, beberapa aturan tersebut diantaranya tertuang dalam Permendikbud No.45/2014 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik tingkat dasar dan menengah. Dalam pasal 4 tertulis pengadaan seragam sekolah diusahakan oleh orang tua atau wali peserta didik.
dalam Permendikbud No.1/2021 pasal 27 tentang PPDB juga dijelaskan larangan melakukan pungutan untuk seragam. Begitu juga Permendikbud No.75/2016 dimana dijelaskan bahwa komite sekolah baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual seragam maupun bahan pakaian seragam di sekolah. (Sedi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *