Paripurna DPRD Lambar Ditunda, Regar: Ini Menunjukan Bahwa Anggota DPRD Banyak Malas

Ketua Ketua DPW II Lampung Barat BPBD Joni Yawan

Lampung Barat,Telisiknews.id – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Barat dengan agenda jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun 2022, Senin, (19/9/2022) malam kembali harus ditunda.

Bacaan Lainnya

Ya, rapat paripurna itu memang dikabarkan bakal digelar malam hari. Namun urung digelar.

Rapat paripurna hari ini, sebenarnya beberapa kali mengalami penundaan.

Berdasarkan jadwal Badan Musyawarah (Banmus), rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi sejatinya digelar pukul 09.00 WIB. Namun belum juga kuorum.

Empat jam dari jadwal, sekitar pukul 13.00 WIB, sidang paripurna baru digelar karena baru dinyatakan kuorum sesuai tata tertib (Tatib).

Padahal, pada pukul 13.00 WIB itu sejatinya jadwal sidang paripurna untuk agenda yang lain lagi: jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi.

Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB rapat paripurna dengan agenda jawaban pemerintah tersebut diminta sebagian besar dari 28 orang anggota DPRD yang hadir untuk diskor.

Rapat paripurna diminta dilanjutkan pada pukul 20.00 WIB. Pihak eksekutif pun telah hadir pada pukul 19.00 WIB.

Namun, lagi-lagi hanya 11 anggota DPRD Lampung Barat yang hadir.

Terpaksa, rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Edi Novial pada malam itu kembali batal.

Fenomena itu tak pelak disayangkan Ketua DPW II Lampung Barat Barisan Patriot Bela Negara (BPBD) Joni Yawan.

“Kesannya kayak ngeprank. Minta digelar malam. Tapi mereka malah ogah datang. Gak lucu ini,” sebut pria yang akrab disapa Regar ini.

Ia menilai, para anggota DPRD Lampung Barat yang malas hadir di rapat paripurna tersebut mencirikan sikap kurang bertanggung jawab.

“Hal-hal seperti itu harus menjadi
perhatian konstituennya dan masyarakat Lampung Barat ke depan. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Rapat paripurna yang molor dan ditunda. Saya berharap ini tak terjadi lagi,” tandasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.