Pelecehan, Kepala SDN 2 Tanjung Raya Samakan Wartawan dengan Kotoran Manusia

Lampung Barat,Telisinnews.id – Oknum Kepala SDN 2 Tanjung Raya Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat (Lambar), diduga lecehkan profesi jurnali, Selasa (2/8/2022) di halaman SDN 3 Bandar Baru Kecamatan Sukau.

Menurut, Wartawan Online, Dewi JJ  kejadian tersebut bermula saat dirinya bersama dua rekanya bertandang ke SDN 3 Bandar Baru, saat itu tiba – tiba oknum tersebut, datang ke sekolah itu karena hendak menjemput istrinya yang kebetulan menjadi tenaga pengajar di salah satu Taman Kanak – Kanak (TK) yang berada tepat di depan SDN 3 Bandar Baru tersebut.

Bacaan Lainnya

Seketika itu pula, oknum Kepala Sekolah (Kepsek) itu, menghampiri ketiganya dan membaca tulisan Jurnalis pada baju salah seorang wartawan itu, dan saat itu pula terlontar dari mulut sang kepsek tersbut kalimat yang tidak pantas dilontarkan oleh seorang kepala sekola yang konon katanya seorang pendidik dan berpendidikan bahkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kronologisnya Kepala SDN2 Tanjung Raya bernama Mashudi Harso itu  mengatakan, Wartawan, jurnalis, media sama kayak bebol (kotoran manusia/red),  lalu salah seorang wartwan mempertanyakan maksud perkataan tersebut,  kepsek itu kembali menjawab. “Maksudnya wartawan, jurnalis dan media itu sama kayak, bebol, jejik dan tahi dengan gaya melecehkan,” ujarnya Dewi yang akrab disapa JJ itu menirukan perkataan Kepsek yang terkesan arogan tersebut.

“Saya tidak suka dengan gaya arogan seperti itu, masa profesi wartawan disamain dengan tai terlebih lagi dia merupakan Kepala sekolah di SDN2 Tanjung Raya yang lokasinya di Pemangku  Talang Delapan yang kompetensinya sudah sangat memumpuni tetapi sangat disayangkan kepsek itu terkesan tak paham adap dan etika itu,” papar JJ.

Ditambahkan JJ, seharusnya sebagai Kepsek oknum tersebut bersikap lebih bijak dan lebih santun dalam berbahasa dan berpikir terlebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu kalimat, sebab secara tidak langsung dirinya telah melecehkan profesi jurnalis.

“Dia itukan berpendidikan, alangkah cerobohnya bapak itu, kendati niatnya hanya untuk bercanda  tetapi jangan sampai menyamakan jurnalis dengan kotoran manusia, sebab kalimat tersebut sama dengan penghinaan atau pelecehan, asal dia tau profesi wartawan sangatlah mulia, sama halnya dengan profesi pendidik,” terangnya.

Dia berharap agar kiranya pihak dinas bisa menegur atau membina dalam hal ini memberi wawasan kepada Kepsek  tersebut untuk lebih baik dan paham tentang  undang undang Pers nomer 40 tahun 1999.

“Supaya pendidik di Lambar bisa lebih baik dan beretika terlebih lagi Kepala sekolah, yang notabennya merupakan seorang pendidik dan ASN. Kalau seperti ini, mau dibawa kemana pendidikan generasi milenial sedangkan Kepseknya aja tidak ngerti tata cara bicara yang baik,” pungkasnya.

Masih kata dia, jika di artikan dalam bahasa Indonesia, Bebol dalam bahasa Lampung berarti, (kotoran manusia yang bertekstur keras), Jejik artinya, (Kotoran manusia yang bertekstur sedang dan ukurannya kecil) dan Tahi artinya, (Kotoran manusia) .(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.