Pemkab Lambar Ikuti Rakor Inflasi Daerah 2022 Secara Virtual

Lampung Barat,Telisiknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Daerah Tahun 2022 secara virtual di Ruang Rapat Pesagi Setdakab, Selasa (30/8/2022), kegiatan ini berlangsung di Kantor Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI).

Acara virtual ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lampung Barat Drs. H. Mad Hasnurin yang didampingi Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Nukman M.M, Staf ahli, Asisten, dan dihadiri sejumlah Kepala Perangkat Daerah, perwakilan Kejaksaan Lampung Barat, perwakilan Kodim 0422 LB.

Bacaan Lainnya

Rapat tersebut merupakan tindaklanjut Surat Kementerian dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 080/4987/SJ tanggal 26 Agustus 2022 perihal Rapat Koordinasi pengendalian Inflasi Daerah.

Dalam arahannya Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan presidan RI Ir. Joko widodo dalam berbagai kesempatan menyampaikan perlunya kita melakukan langkah-langkah simpati untuk menangani pandemi.

Inflasi yang terjadi di dunia saat ini cukup tinggi, bahkan ada Negara-negara yang sudah mencapai hiper Inflasi sehingga terjadi ganguan di bidang ekonomi, yang akhirnya menimbulkan efek domino krisis sosial, pengangguran, kemudian krisis keamanan bahkan krisis politik yang membuat jatuhnya pemerintah seperti kasus sri lanka.

“Kita tidak menginginkan efek domino tersebut terjadi karena bila terjadi krisis sosial, keamanan dan politik menjadi mundur bukan menjadi maju,” ungkapnya.

Dengan adanya covid-19 semua negara, kepala daerah di Indonesia bahkan diseluruh dunia mengalami krisis kesehatan yang terbesar dalam sejarah dunia yang sudah berlangsung selama dua tahun lebih.

Meski demikian Tito Karnavian, merasa bersyukur karena menurutnya Indonesia termasuk negara yang dapat mengendalikan ekonomi pada masa pandemi covid-19, dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Karena semua negara dan kepala daerah memiliki target yang sama yaitu bisa mengendalikan ekonomi pasca covid-19 dengan berbagai indikator,” tandasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.