Penebangan dan Pengangkutan Kayu Sonokeling di Desa Donomulyo Lampung Timur Diduga Ilegal

Lampung Timur, Telisiknews.id – Penebangan kayu sonokeling diduga kuat tidak mengantongi surat ijin dari Balai konservasi Sumber daya Alam (BKSDA). Adanya penangkapan kayu sonokeling oleh pihak berwajib tepatnya di Kecamatan Candipuro Lampung Selatan, setelah di pertanyakan surat ijin dari BKSDA ternyata tidak memiliki surat ijin hanya selembar surat yang dibuat sketaris desa aja sebagai surat jalan, Rabu (19/10/2022).

Setelah di pertanyakan asal usul kayu tersebut ternyata dari Lampung Timur, tim awak media Bandar Lampung memberikan imformasi kepada awak media yang ada di Lampung Timur, untuk mempertanyakan apakah benar adanya penebangan kayu sonokeling di Lampung Timur tersebut, dan surat jalan yang dibuat dan ditandatangani Yasmiran selaku Sekretaris ektarais Desa (Sekdes) Donomulyo Kecamatan Bumi Agung Lampung Timur.

Bacaan Lainnya

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya soal informasi adanya pengkapan kayu sonokeling asal Lampung Timur, tepatnya di Desa Donomulyo Kecamatan Bumi soal kebenaran penebangan kayu terlarang tersebut, itu dibenarkan oleh Sekretaris Desa Yasmiran.

“Ya memang benar ada penebangan kayu sono keling itu, kayu tersebut punya masyarakat di desa saya kata,” sekdes itu.

Lebih lanjut mengenai surat izin terkait penebangan kayu sono keling, tentang surat ijin dari BKSDA tim mendatangi kediaman Yasmiran selaku sekdes Desa Donomulyo untuk menanyakan keterangan lebih lanjut terkait legalitas kayu terlarang itu.

“Setau saya hanya ini surat dari desa dimana kami menebang dengan menunjukan surat keterangan asal usul¬†kayu hanya ini mas surat menyurat nya,” papar Yasmiran

Saat dikonfirmasi terkait peraturan terkait izin dan penebangn kayu tersebut, Yasmiran mengakui dia mengetahui hal tersebut.

Lalu atas dasar apa Yasmiran mengeluarkan izin tersebut, dan tanpa izin dari BKSDA Yasmiran enggan menjawab, sehingga diduga Yasmiran menyalah gunakan surat ijin penebangan kayu yang dilindungi pemerintah dan tidak memiliki surat ijin dari (BKSDA).

Terlebih ketika salah satu tim kami menjelaskan soal pengangkutan kayu sonokeling harus memiliki dokumen resmi dari BKSDA berupa Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negri (SATS-DN) untuk kebutuhan dalam negeri dan SATS- LN untuk kebutuhan luar negeri karena, masuknya kayu yang bernama latin Dalbergia Latifolia dalam ketegori appendix ll CITES (Convention on international trade in Endagered Species of wild Fauna and flora) maka proses penebangan hinga distribusinyapun harus mendapatkan pengawasan yang ketat dari instansinya dan Mengantongi Surat Ijin dari BKSDA.

Sampai berita ini di terbit kan belum ada penjelasan apapun dari Yasmiran .(tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *