Peratin Padang Cahya Pertanyakan Aset yang tak Tertera dalam Berkas yang Diserahkan

Lampung Barat,Telisiknews.id – Peratin Pekon Padang Cahya Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Muzarni, yang baru beberapa bulan menjabat sebagai orang nomor satu di pekon itu, mempertanyakan kejelasan aset pekon yang tidak diterimanya saat  penyerahan berkas aset pekon dan Serah Terima Jabatan (Sertijab), dengan Suhendar yang menjabat sebagai PJ Peratin sebalumnya.

Hal tersebut dijelaskanya saat dikonfirmasi Telisiknews.id Selasa (30/8/2022).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, saat penyerahan berkas aset pekon, ada beberapa aset yang tidak tertera dalam berkas yang diserahkan oleh PJ Peratin tersebut. Seperti, kendaraan impentaris berupa sebuah sepeda motor, keterangan tanah bangunan balai pekon, kantor Lembaga Himpun Pemekonan (LHP) dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Soal motor saya sudah mempertanyakan kepada yang bersangkutan tetapi, menurut yang bersangkutan itu telah dihibahkan menjadi milik pribadi,” ucapnya.

Ditambahkannya, saat dirinya mempertanyakan siapa yang mengisahkan kendaraan tersebut, PJ tersebut enggan mengatakannya siapa penghibah aset negara tersebut.

“Selain itu saya juga mepertantakan soal keterangan tanah bangunan balai pekon, kantor LHP, dan juga Pustu karena semua itu tidak ada dalam berkas yang diserahkan saat Sertijab,” ucapnya.

Masih kata Muzarni, terkait persoalan tersebut dirinya telah mengkoordinasikan hal itu dengan pihak – pihak terkait dalam hal ini Camat Balik Bukit, Dinas PMD dan Inspektorat Lambar.

“Saya sudah melaporkan hal itu ke semua pihak terkait tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” kata dia.

Dia juga menbahkan, beberapa waktu lalu pihak PJ Peratin pernah memerintahkan untuk mengambil kendaraan tersebut dirumahnya, namun sang Peratin yang baru itu disarankan membuat surat pernyataan dan hal itu ditolaknya.

“Beberapa waktu lalu saya disuruh mengambil motor itu dirumah yang bersangkutan tetapi, saya harus buat pernyataan saya tolak, kenapa harus buat pernyataan kalau memang ada itikat baik mereka antarkan kendaraan itu ke pekon, karena itu aset bukan milik pribadi,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.