Permasalahan di Cipta Mulya ada di Antara Camat yang tak Tegas dan Nandang yang Jumawa

Lampung Barat,Telisiknews.id – Terkait perseteruan antara Peratin (kepala ddesa/red) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Nandang Romadona dengan Kasi Pemerintahan Pekon (desa/red), yang sejak enam bulan terakhir tak kunjung ada penyelesaian diduga karena egoisnya sang Peratin Nandan Romadona.

Pasalnya, Kendari sejak 7 Agustus lalu pihak Inspektorat Lambar dalam hal ini Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus), telah selesai melakukan pemeriksaan dan semua hasil pemeriksaan telah disetujui oleh pihak Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), bahkan telah ditandatangani oleh Bupati Lambar H.Parosil Mabsus, dan telah disampaikan ke pihak Dinas yang berkewenangan yaitu Dinas Pemberdayaan Pekon (DPMP) dan disampaikan ke yang bersangkutan melalui pihak kecamatan setempat dalam hal ini Camat Kebun Tebu Erna Wati.

Bacaan Lainnya

“Semua telah kita instruksikan ke pihak – pihak yang berkewenangan dalam hal ini DPMP dan pihak kecamatan setempat,” kata Irbansus Puguh Sugandi beberapa waktu lalu.

Selain itu, tim telisiknews.id juga telah mengkonfirmasikan hal itu ke Camat KebunTebu beberapa waktu lalu. Camat tersebut mengatakan pihaknya telah menyampaikan instruksi tersebut ke Peratin namun, Peratin tersebut seakan membandel dan tidak mengindahkan instruksi itu.

“Kita sudah sampaikan ke peratin tapi belum ada kabar terkait perkembanganya,” ungkap camat bebrapa waktu lalu.

Bahkan, tim Telisiknews juga pernah mempertanyakan hal tersebut ke Nandang namun sang Peratin terkesan Jumawa, dan enggan berkomentar.

Hingga pada Selasa (20/9/2022) tim Telisiknews kembali mengkonfirmasikan hal itu ke Kepala DPMP Lambar Syehuddin bia phonselnya, Syehudin mengatakan semua permasalahan telah serahkan ke pihak Kecamatan dan Peratin.

“Saat ini kita menunggu perkembangan dari pihak Kecamatan karena semua telah kita serahkan ke Kecamatan untuk disampaikan ke Peratin,” kata Syehudin.

Syehudin menambahkan, terkait lamanya proses penanganan masalah itu karena pihaknya harus menunggu Surat Keterangan (SK) yang ditandatangani oleh Bupati Lambar.

Ironisnya, dalam hari yang sama Camat Ernawati mengatakan saat dikonfirmasi soal perkembangan tindak lanjut permasalahan itu, Camat Ernawati mengatakan sampai saat ini belum ada perkembangan apa apa.

“Belum ada perkembangan yang bisa saya infokan, karena saya juga masih ada kegiatan di Liwa, dan belum ke kantor,” ucapnya singkat.

Dengan begitu disinyalir, Peratin Nandang Romadona masih duduk santai bersama egois dan jumawanya, kendati telah menerima instruksi hasil pemeriksaan, pihak Inspektorat dan SK yang ditandatangani Bupati, untuk menindak lanjuti dan mengikuti keputusan tersebut.

Bahkan, kabar terakhir yang disampaikan warga Peratin Nandang Romadona kembali mengambil keputusan yang dinilai kurang pas dengan memperkerjakan kembali seorang wanita inisial NV sebagai Kaur Umum dimana wanita tersebut, sempat beberapa bulan pergi dan berniat untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan telah mengikuti karantina di Yayasan yang bernama Bina Adidaya Mandiri, dengan membayar ganti rugi sebesar Rp 3 juta rupiah.

“Aneh aja, masa sudah keluar dan pulang dipekerjakan kembali, sementara Ida Wati Arafat yang diberhentikanya tetapi tidak Syah secara admistrasi, bahkan telah ditindaklanjuti oleh pihak – pihak terkait, sekan tidak di hiraukan oleh Nandang ini Camatnya yang takut apa Nandangnya yang gak nyambung,” ucap narasumber yang enggan dipublikasikan namanya.

Masih kata warga, jangan – jangan gaji NV meski dia gak kerja selama beberapa bulan masih mengalir, sementara Ida Wati yang diberhentikan tetapi tidak Syah bahkan tidak mendapat rekomendasi dari camat, masih dianggarkan tetapi sama sekali yang bersangkutan tidak, menerima gaji.

“Seharusnya kalau memang diberhentikan tetapi tidak Syah dan tidak mendapat rekomendasi dari camat, Ida masih terdaftar sebagai Kasi Pemerintahan, dan gajinya masih dianggarkan lalu pertanyaanya siapa yang menggantikan posisi Ida Wati selama enam bulan terakhir,” kata warga.

Terpisah, Ida Wati Arafat manambahkan dirinya merasa dipermainkan oleh sikap Nandang Romadona.

“Saya gak akan tinggal diam kalau dipermainkan seperti ini saya akan tindak lanjuti masalah ini sampai ke manapun bila perlu saya akan laporkan ke ombudsman, dan pihak Aparat Penegak Hukum,” tandas Ida. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.