Polres Lambar Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan, Ketua BPBN Angkat Bicara

Lampung Barat,Telisinews.id – Ketua Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Lampung Barat, Jhoni Yawan sayangkan kinerja Kepolisian Resor (Polres) Lampung Barat (Lambar), yang terkesan lamban dalam menindaklanjuti masalah penganiayaan terhadap panitia wisuda Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) beberapa waktu lalu di Pemangku Bakal Jaya Pekon Padang Cahya Kecamatan Balik Bukit.

Menurut Pria yang akrab disapa Regar itu, permasalahan tersebut terjadi sejak hampir satu bulan berlalu, namun hingga saat ini pihak kepolisian terkesan santai santai saja, seakan tidak menghiraukan laporan tindakan penganiayaa dan pengeroyokan bahkan pengerusakan tersebut sementara laporan telah masuk ke Polsek Balik Bukit pada hari itu juga, dan beberapa hari selanjutnya kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Lampung Barat.

Ditambahkanya, jika dibiarkan berlarut tanpa kejelasan, masalah tersebut berpotensi menimbulkan efek bola salju dan memicu persoalan yang jauh lebih besar dikemudian hari.

“Pihak Polres jangan melihat masalah ini dengan sepele, kalau sudah meledak nantinya baru kebakaran jenggot, juga pihak Kepolisian jangan menimbulkan krisis kepercayaan di kalangan masyarakat karena ogah menindaklanjuti masalah yang sudah dilaporkan,” ujarnya.

Regar juga mengatakan, dirinya sangat mengecam perilaku oknum yang melakukan penganiayaan dan pengrusakan atribut organisasi tersebut.

“Perilaku semacam itu seharusnya bisa cepat ditangani pihak Kepolisian dengan mengamankan pelakunya, bukan malah dibiarkan berlarut dan membuat situasi semakin memanas lantaran tidak adanya kepastian hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, Biro Hukum PSHT Pusat, Kang Mas Mohamad Samsodin, S.H., menjelaskan jika semua pelaku tindak pidana harus ditindak tegas dan pihaknya, akan mendampingi dan mengawal jalannya kasus ini agar segera mendapat kepastian hukum.

“Siapapun yang belum puas dengan menggangu kegiatan PSHT dipersilahkan, namun kami tidak segan-segan akan mendampingi secara totalitas dan sehingga, kepastian hukum para pelaku tindak pidana setimpal dengan perbuatannya dan sesuai undang-undang yang berlaku,” ucapnya saat dikonfirmasi via ponsel, Rabu lalu.

Dia juga menambahkan jika para pelaku pengeroyokan dan pengrusakan itu telah melibatkan organisasi, maka dipastikan pihaknya akan mendampingi secara totalitas dan menuntut kepastian hukum bagi tersangka agar mendapatkan hukuman yang setimpal.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penganiayaan dan pengeroyokan menimpa Yoga Warga Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, di lokasi wisuda warga baru PSHT tahun 2022 tepatnya di Pemangku Bakal Jaya, Pekon Padang Cahya.

Selain menganiaya Yoga, yang merupakan anggota panitia acara sakral tersebut, pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang itu juga melakukan pengerusakan terhadap atribut PSHT seperti, umbul-umbul dan bendera.

Selain itu, diduga salah satu pelaku yang dikenali korban yaitu Rifki Warga Pekon Hanakau Kecamatan Sukau Lambar, dan merupakan oknum warga dari Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PPSHTPM) atau disebut juga Punjer.

“Pak Polisi, tolong jangan biarkan berlarut – larut karena ini telah melibatkan organesasi, dan semua pasti tau potensi yang akan terjadi,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.