Rembuk Pekon Mekar Jaya, Camat Agus Setiawan: Saya Merasa Malu dengan Permasalahan Ini

Foto Ist

Lampung Barat, Telisiknews.idTerkait adanya kekisruhan dikalangan masyarakat, soal pengangkatan dan pemberhentian aparat, Pemerintah Pekon (desa/red) Peko Mekar Jaya Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar rembuk pekon Kamis, (20/10/2022)

Bacaan Lainnya

Rembuk tersebut dilaksanakan berdasarkan surat permohonan memfasilitasi oleh Peratin (desa/red), Mekar Jaya Dede Suherli kepada Camat Gedung Surian Agus Setiawan.

Selain Camat acara itu juga dihadiri Kanit Intel Polsek Sumber Jaya Iptu Junaidi, Bhabinkamtibmas, Babinsa Tokoh Masyarakat Lembaga Himpun Pemekonan (LHP) aparat pekon dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut Camat Gedung Surian Agus Setiawan mengatakan, pihaknya merasa malu dengan adanya kejadian ketidak harmonisan di pekon tersebut.

“Saya sebagai camat Gedung Surian merasa malu dengan permasalahan ini,” ujarnya dalam memberikan sambutan

Menurut Camat untuk pengangkatan Kepala pemangku (kepala dusun/red) ada aturannya.

“Untuk kepala pemangku itu tidak di pilih masyarakat, tetapi di tunjuk langsung dan di angkat oleh Peratin, melalui penjaringan dan penyaringan, ungkapnya.

Camat berharap, untuk kedepan Pekon Mekarjaya akan lebih maju dan lebih bersatu demi kesejahteraan masyarakat.

Terpisah, Bhabinkamtibmas Pekon Mekar Jaya Susanto dalam mengimbau, masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan bertetangga.

“Jangan sampai permasalahan ini menimbulkan perpecahan, terhadap persatuan dan rasa persaudaraan masyarakat,” katanya.

Dede Suherli Peratin Pekon Mekar Jaya dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kepada semua pihak yang telah menghadiri acara tersebut.

“Saya berharap untuk permasalahan pemilihan pemangku ini tidak di perpanjang lagi. saya berpegang kepada aturan tentang pengangkatan pemangku, pemangku yang di berhentikan itu memang SK nya sudah habis. Harapan saya kedepan masyarakat lebih kompak lagi, untuk membangun Pekon Mekar Jaya lebih maju lagi,” ujar Dede Suherly.

SeLembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekon Mekar Jaya, Robet Arista SH., dalam sambutannyanya mengatakan, SK pemberhentian pemangku itu bukan rekomendasi dari camat, tapi Peratin berkonsultasi kepada camat baik secara tertulis ataupun lisan. Peratin membuat surat pemberhentian dan di ketahui oleh camat.

“Kita harapkan tidak ada gejolak di masyarakat pekon Mekar Jaya ini, beri waktu Peratin untuk menjalankan tugasnya kedepan,” pungkas Robet.

Menanggapi hal itu, salah satu Tokoh Masyarakat mengatakan, Persoalan Penjaringan, pemangku di Pekon Mekarjaya, ada kebijakan yang harus diperhatikan oleh peratin diantaranta, peratin harus profesional dan transparan dalam melakukan penjaringan serta membentuk panitia penjaringan dan juga tes bakal calon.

Selain itu dalam melakukan penjaringan warga meminta peratin berkoordinasi dan melibatkan pihak – pihak seperti camat, aparat pekon dan LHP.

“Kami meminta peratin untuk lebih transparan dalam melakukan pengangkatan, dan tidak terkesan pilih – pilih, karena kepala pemangku itu merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat jadi harus bijak,” tandasnya(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *