RSUD Luwuk Diduga Sarang Pungli, Tim Saber Pungli Jangan Berpangku Tangan

Sulawesi Tengah, Telisiknews.id – Pelayanan prima yang di dicanangkan oleh Kapolri untuk semua jajarannya dari Pusat sampai ke Daerah, inilah saatnya menunjukan taring dari pihak Kepolisian agar Perintah Kapolri bisa terlaksanakan, dalam hal ini menindak tegas Kasus dugaan Pungli di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, Banggai Sulawesi Tengah (Sulteng).

Banyak masyarakat yang mengeluhkan dengan pelayanan yang di nilai betapa buruknya pelayanan di RSUD Luwuk Banggai sehingga, pasien yang masuk berobat di RSUD Luwuk, walaupun itu Sudah di tanggulangi oleh BPJS masih juga di bebankan ke Pasien,

Seperti yang terjadi baru-baru ini. Ada beberapa warga yang Melakukan Operasi Caesar, Perban anti air yang di tanggulangi oleh BPJS Mandiri, masih juga dilakukan penagihan oleh Pegawai RSUD, dengan alasan bahwa tidak masuk dalam penagihan BPJS, maka di mintai pembayaran sebesar Rp100 ribu rupiah.

Hal itu spontan memicu reaksi keras dari Sekertaris Media Online Indonesia (MIO), DPD Sulteng Hermanius Burunaung, meminta dengan tegas kepada Kapolres Banggai agar menindak Lanjuti Kasus dugaan Pungli di RSUD Luwuk.

Dia mengatakan, bahwa dirinya sangat menyesalkan adanya kejadian dugaan Pungutan liar yang terjadi di RSUD milik Pemerintah Daerah (Pemda) itu, patut diduga praktek semacam ini sudah berjalan lama, tidak menutup kemungkinan jika Direktur Utama (Dirut) RSUD Luwuk Banggai tidak mengetahui bobrok kinerja anggotanya yang dengan sengaja melakukan pungli di kalangan RSUD.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat menyayat hati. Dimana, yang semestinya mereka bisa segera mendapatkan pelayanan kesehatan,Gratis melalui program Pemerintah BPJS,apalagi Masuk RSUD dengan jaminan BPJS Mandiri, ini sayang seribu sayang,sampai bisa terjadi ada pungutan liar di RSUD Luwuk Banggai,

“Miris dengarnya, adanya masyarakat dijadikan seperti ATM berjalan dan ada kemungkinan korbannya sudah banyak, karena hal ini baru terbongkar dari Istri dari salah satu anggota Media Berantastipikor.com. yaitu Nima Pago, yang menjalani proses operasi caesar. disinilah baru terbongkar bobroknya permainan pungli Di RSUD Luwuk Banggai,” ujarnya.

Terpisah Abdulah Sudiro Suami dari, Nima Pago menuturkan, bahwa aturan-aturan yang ada saat ini khususnya di RSUD Luwuk Banggai, hanya menyusahkan masyarakat yang hendak membutuhkan Pelayanan rumah sakit.

“Alasannya kenapa? Karena pelayanan yang sangat bobrok dan pungli sudah sangat menyayat hati,dan sangat menyusahkan Pasien yang ingin berobat di RSUD Luwuk Banggai,” kata dia.

“Satgas Saber Pungli Luwuk Banggai, harus Menindak tegas dengan adanya pungli di RSUD Luwuk Banggai, buat apa ada Saber Pungli di Kabupaten Banggai lantas kasus ini hanya di biarkan saja, apalagi pasien tersebut masuk di RSUD Luwuk Banggai memakai BPJS, yang bersumber dari pasien itu sendiri yaitu BPJS mandiri, untuk pembayaran biaya pengobatannya, BPJS Mandiri yang bukan bersumber dari anggaran negara, jika masyarakatnya masih membayarkan lagi sesuatu yang tidak jelas sehingga Aturan Pemerintah Pusat terabaikan,”tegas Abdulah.

Dilain tempat salah seorang Masyarakat sebut saja Serli (Pasien) mengatakan, “saya sebagai pasien yang mendengar kabar itu, tentu jadi meragukan dengan komitmen Pemerintah Pusat, yang mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu Membayarkan biaya rumah sakit Karena sudah di tanggulangi oleh BPJS dan wajib mendapatkan pelayanan medis yang prima,” ucap Serli

Herman kembali menegaskan, bahwa pihaknya akan mendesak pihak Polres Banggai. Khususnya, Saber Pungli agar menindak tegas Pungli di kalangan RSUD Luwuk, dan seret ke ranah hukum Direktur RSUD Luwuk Banggai beserta Dewan Pengawas dan manajemen RS, yang diduga telah mengabaikan aturan Pemerintah Pusat, azas nilai manfaat, etika, profesionalisme, nilai kemanusiaan, nilai keadilan serta nilai persamaan hak, sebagai dasar penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang prima terhadap masyarakat Kabupaten Banggai, yang sudah melakukan pungli terkait perban anti air yang notabenenya sudah ditanggung oleh pihak BPJS terhadap pasien yang menjalani Operasi Caesar.

Herman berharap, Polres Banggai secepatnya mengambil sikap dalam hal ini yang dianggap sengaja melakukan Pungli di RSUD Luwuk Banggai, sehingga pembenahan dalam hal meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, bisa tercapai apa yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

Senada dengan itu Ketua PWRI DPD Sulteng Saut MHB Hutabarat SH, setelah mendengar informasi tersebut, juga menyesalkan adanya kejadian dugaan pungli terhadap pasien. Ia menyebutkan, bahwa selama ini dirinya sudah mendapatkan banyak informasi dari masyarakat tentang buruknya pelayanan kesehatan di RSUD Luwuk Banggai dan Pungli yang sudah merajalela,

“Barusan saya dapat informasi, bahwa di RSUD Luwuk Banggai terjadi lagi pungli kepada pasien. Ini sungguh memilukan. pasien seperti Ini Nima Pago itu, seharusnya tidak dipungut biaya karena sudah ada BPJS Mandiri, bukan malah memberikan pilihan mau yang dirumah sakit punya atau mau beli?,” ucap saut.

Abdulah mengatakan, bahwa kejadian ini bukan hanya persoalan Pungli,100 terhadap dirinya tetapi ini soal kemanusian, disini mereka tidak memikirkan jika yang masuk ini adalah orang miskin, yang hanya memakai BPJS sehingga pelayanan terhadap Pasien wajib diutamakan.

Sampai berita ini terbit lagi, Dirut RSUD tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait Pungli di RSUD Luwuk  yang di Pimpinannya,Dirut RSUD terkesan menghindar,

“Polres Banggai.Harus menindak Lanjuti kasus ini, agar tidak terkesan Ada Pembiaran,” tegas Abdullah, (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.