Sekcam Kirim Undangan Berbentuk FDF Via HP, Ketua LHP Cipta Mulya tak Penuhi Penggilan Ispektorat

Lampung Barat,Telisiknews.id – Ketidak hadiran Ketua LHP Pekon Cipta Mulya Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Samroni, dalam memenuhi panggilan pihak Inspektorat Lambar, terkait laporan Ida Wati Rafat yang diberhentikan dari jabatan Kasi Pemerintahan oleh Peratin Nandang Romadona yang diduga tidak sah secara admistrasi mulai terkuak.

Diketahui Rabu, (8/6/2022) pihak inspektorat memanggil 4 orang Terkati pemberhentian Idawati Arafat sebagai Kasi Pemerintahan oleh Peratin Cipta Mulya Nandang Romadona. Masing – masing yang dipanggil Ida Wati Arafat selaku Pelapor, Camat Kebun Tebu Erna Wati, Nandang Romadona Peratin Cipta Mulya, dan Samroni Ketua LHP Cipta Mulya.

Bacaan Lainnya

Menurut Samroni, saat dikonfirmasi Tim Telisiknews.id Jum’at, (10/6/2022), alasan dia tidak hadir dalam pemanggilan tersebut, karena surat pemanggilan tersebut dilakukan berbentuk file FDF, oleh Sekretaris Camat (Sekcam) yang dikirim via WhatsApp, dan file itu, tidak dapat dibuka di handphone milik Samroni.

“Saya tidak tau apa isi file itu karena di HP saya tidak bisa dibuka, kami sudah berupaya membuka tapi tidak bisa dibuka, sehingga dalam file itu saya gak tau kalau ada nama saya yang turut dipanggil ” ujar Samroni.

Setelah mengetahui file PDF itu, merupakan undangan pemanggilan termasuk kepada dirinya, dan dia juga terkejut mengapa diharuskan membawa materai 10.000.

“Saya kaget kalau hari itu saya harus berangkat ke Liwa bersama rombongan itu, dan diwajibkan membawa materai 10.000, sementara hati itu juga saya ada janji dan hendak pergi ke Martapura,” ujar Samroni.

Masih kata Samroni, karena hari itu mendadak sehingga dirinya tidak dapat memenuhi panggilan itu.
Kendati begitu, Samroni siap memenuhi panggilan berikutnya.

“Untuk pemanggilan selanjutnya saya siap berangkat ke Liwa,” pungkasnya

Menanggapi hal tersebut, Puguh Sugandi selaku Inspektur Pembantu (Irban) V dan mewakili pihak APIP Inspektorat Lambar mengatakan, proses permintaan keterangan kepada Ketua LHP Pekon Cipta Mulya tersebut, dijadwalkan kembali pada hari Senin, (13/6/2022) mendatang di Kantor Inspektorat.

“Kita akan panggil kembali pada hari Senin mendatang,” kata Puguh.

Persoalanya, mengapa pihak kecamatan tidak mengirimkan surat resmi secara fisik saat mengirimkan undangan, pemanggilan tersebut.

Dan apakah sah secara admistrasi, ketika surat pemanggilan dikirim berbentuk file dan tidak berbentuk surat resmi.

Sebab, kemampuan tekhnologi seseorang berbeda-beda dan tidak semua orang memilik smartphone canggih, yang memiliki aplikasi untuk membuka File Fdf itu. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.