Selain Terkesan Jumawa, Nandang Romadona, Diduga Kerap Ambil Keputusan Sendiri dalam Kepemimpinanya

Lampung Barat,Telisiknews.id – Kinerja Peratin Pekon (desa/red) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Nandang Romadona, kembali ciptakan sedikit sensasi dengan menerima seorang aparatnya yang menjabat sebagai Kaur Umum inisial NV, yang telah beberapa bulan terakhir pergi meninggalkan Pekon dan tugasnya karena akan bekerja di Luar Negeri.

Menurut warga setempat, yang enggan disebutkan namanya sebelum kepergian NV sebagai perangkat pekon tersebut, tersirat kabar ada main mata antara Nandang dan NV, bahkan diduga sempat berujung dengan pengrebekan di kediaman Peratin tersebut pada malam hari, beruntun keduanya selamat dari tuduhan tersebut karena, menurut warga tidak ada bukti akurat tentang hubungan terlarang dua sejoli tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sejak ribut – ribut beberapa waktu lalu, si perempuan itu pergi meninggalkan pekon dengan alasan mau jadi TKW melalui yayasan Bina Adi Daya Mandiri, tetapi setelah sekitar sebulan di karantina wanita tersebut mengundurkan diri, dari yayasan yang konon katanya mengganti rugi sebesar Rp juta rupiah,” ucap warga, Senin (19/9/2022).

Lalu beberapa hari terakhir menurut warga, NV kembali bekerja sebagai aparat Pekon, layaknya seorang perangkat yang cukup disiplin dan setiap hari masuk, dan sama sekali tidak dipermasalahkan oleh Peratin Nandang Romadona.

Sementara, permasalahan dirinya dengan Idawati Arafat Sebagai Kasi Pemerintahan yang diberhentikanya, dan terbukti surat pemberhentian yang diberikan Nandang kepadanya tidak syah secara admistrasi berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Inspektorat sejak beberapa bulan lalu, bahkan telah diInstruksikan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar melalui Camat Kebun Tebu, untuk dipekerjakan kembali, hingga saat ini seakan tidak diindahkan oleh Peratin tersebut.

“Kok bisa si NV itu yang jelas jelas telah pergi menghilang selama beberapa bulan, karena alasan mau TKW dan sempat dikarantina di yayasan, lalu balik lagi dan diterima gitu aja oleh Peratin, sementara saya yang diberhentikanya dan terbukti surat pemberhentian saya tidak sah secara admistrasi berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Inspektorat, sampai sekarang seperti tidak diindahkan oleh Nandang,” ucap Ida.

Dengan begitu, merasa dipermainkan oleh sang Peratin, Ida Wati Arafat akan membawa permasalahan tersebut ke pihak Aparat Penegak Hukum (APH) karena menurut Ida, proses secara kepemerintahan sudah saya jalani dan sepertinya tidak diindahkan oleh Nandang Romadona.

“Saya sepertinya sudah dipermainkan, dan hasil pemeriksaan Inspektorat, serta Instruksi melalui DPMP dan camat juga sepertinya tidak digubris, jadi saya akan bawa permasalahan ini keranah hukum,” kata Ida.

Terkait permasalahan tersebut, saat dikonfirmasi Via Phonselnya Peratin Nandang Romadona sama sekali tidak memberi tanggapan, bahkan konfirmasi yang dikirim melalui chatting WhatsApp itu hanya diread dan tidak dibalas.

Dan hingga berita ini diterbitkan, sang Peratin masih terdiam seribu basa dan tidak memberikan tanggapan apapun. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.