Seni Bela Diri Laskar Kuntau Adat Semende Merupakan Salah Satu Adat Budaya yang di Sungai Are

OKU Selatan,Telisiknews.id – Kabupaten OKU Selatan selain terkenal akan destinasi wisatanya juga terkenal akan adat istiadatnya, salah satu adat yang tetap di jaga akan kelestariannya di Kabupaten OKUS yaitu seni bela diri Kuntau yang merupakan salah satu adat budaya pada suku semende.

Seperti halnya di Desa Tanah Pilih dan Desa Pecah Pinggan Kecamatan Sungai Are, pemerintah Desa beserta masyarakatnya giat melaksanakan pelestarian adat dan budaya yang ada di Desa mereka, seni bela diri yang di sebut Kuntau oleh masyarakat di dua Desa tersebut tetap terjaga dengan baik di tengah semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman modernisasi sekarang ini.

Bacaan Lainnya

“Kades Tanah Pilih Nasrul Hadin menuturkan Rabu (2/11/2022), di Desanya sering di adakan kegiatan atau latihan seni bela diri Kuntau guna melestarikan adat istiadat yang ada di Desanya, menurutnya selain masyarakat yang memang berantusias mengikuti kegiatan tersebut, pihaknya juga selalu memberikan apresiasi terhadap upaya melestarikan adat dan budaya yang sudah turun temurun,”jelasnya.

“Senada Kades Pecah Pinggan Abu Marpani mengatakan, seni bela diri kuntau memang harus tetap di jaga kelestariannya, selain bermanfaat untuk hal jaga diri seni bela diri kuntau juga merupakan adat istiadat adat yang ada di suku semende yang perlu di jaga akan kelestariannya,”ungkapnya.

“Gunawan Sucita salah satu tokoh masyarakat yang aktif dalam seni bela diri kuntau menuturkan, kegiatan latihan seni bela diri kuntau di ikuti oleh berbagai kalangan, tak hanya bapak-bapak atau remaja putra saja, anak-anak dan ibu-ibu pun turut aktif dalam kegiatan latihan kuntau tersebut,”terangnya.

“Masih menurut Gunawan, kegiatan latihan kuntau di Desa Pecah Pinggan dan Tanah Pilih di beri nama Laskar Kuntau Adat Sememende, selain bertujuan untuk menjaga diri, seni bela diri kuntau juga merupakan adat dan budaya yang perlu di lestarikan, belajar kuntau memerlukan waktu selama setahun latihan, setelah setahun maka di adakan tamatan yang di isi pertunjukan seni bela diri kuntau dan di saksikan oleh para tamu undangan,’jelasnya.

“Nasrul Hadin dan Abu Marpani berharap semoga seni bela diri kuntau tetap di cintai oleh masyarakat sehingga adat dan budaya suku semende akan tetap terjaga dengan baik,”tegasnya.(Hendri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *