Siapa Penguasa Tiga Titik Proyek PEN Lambar, Hingga Kerabat Kepala Daerah Terlibat

Lampung Barat,Telisiknews.id – Eksekusi proyek yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), diploting untuk sejumlah rekanan besar dan kerabat kepala daerah. Mekanisme tender dalam proses pengadaan tidak lebih dari formalitas belaka yang sarat dengan indikasi Kolusi dan Nepotisme. Akibatnya, proyek yang ditujukan untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur demi kemaslahatan orang banyak justru berubah menjadi ajang perang kepentingan para petinggi.

Ketua Bidang Hukum Serikat Jurnalis Independen (SJ-I) Lampung, Sumarlin, menyebut jika sejak awal proyek PEN sudah berpotensi menimbulkan masalah, dengan banyak kepentingan didalamnya.

Bacaan Lainnya

“Terlepas dari dugaan Korupsi yang sudah menghiasinya belakangan ini, proyek yang dibiayai menggunakan dari pinjaman daerah kepada PT SMI itu sudah membuka celah Kolusi dan Nepotisme,” ujar Sumarlin.

Wartawan kawakan Lampung Barat ini juga menilai jika pihak-pihak berwenang, terkesan mengabaikan dugaan Kolusi dan Nepotisme dalam realisasi proyek PEN Lampung Barat dan hanya berfokus kepada kerugian keuangan negara.

“Padahal Korupsi itu terjadi jika memenuhi ketentuan Kolusi dan Nepotisme terlebih dahulu, sebab dari semenjak awal kemunculannya di Nusantara, Korupsi tidak pernah bisa berdiri sendiri,” tukasnya.

Untuk melihat celah Kolusi dan Nepotisme realisasi proyek PEN Lampung Barat, menurut Sumarlin, dapat diawali dengan menyelidiki perusahaan-perusahaan yang ikut melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Lihat saja kepengurusan perusahaan yang mengelola PEN Lampung Barat, meskipun nama pemiliknya berbeda pasti ada benang merah baik vertikal maupun horisontal, dengan oknum petinggi dan pembesar tertenu. Bahkan kalau lebih teliti, ada pemilik perusahaan yang berorientasi dengan kepala daerah,” cetus Sumarlin.

Masih menurut Sumarlin, dengan adanya keterlibatan petinggi dan pembesar apalagi dengan potensi pengkondisian jatah proyek sudah dapat dipastikan jika realisinya diduga tidak akan sesuai dengan ekspektasi awal pembangunan.

“Tinggal lihat saja bagaimana nawaitu dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti persoalan dana PEN Lampung Barat yang sudah ramai diperbincangkan masyarakat. Bayangkan saja, masyarakat awam yang akses terbatas saja bisa mengendus permasalahan didalamnya apalagi mereka yang memiliki akses. Tunggu saja bagaimana endingnya,” timpal Sumarlin. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.