Soal Dana PUAP, Ada apa dengan Sekretaris Gapoktan Maju Bersama Hanakau

Lampung Barat,Telisiknews.id – Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama maju di Pekon (Desa/red) Hahakau Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat (Lambar), terkesan saling lempar tanggungjawab, akibat habisnya dana yang bersumber dari Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sebesar Rp.100 juta rupiah, dengan alasan peminjam merugi dalam usaha.

Hal itu disampaikan Sekertaris Gapoktan Hanakau Wismo Sutekad yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani (Poktan) melati III, saat dikonfirmasi dikediamanya Kamis, (7/4/2022).

Menurutnya terkait dana program PUAP dirinya telah enggan mengurusnya karena para anggota yang meminjam terkesan susah untuk mengembalikan.

“Saya sudah males ngurusnya karena anggota yang pinjem pada susah untuk bayar,” ujarnya.

Bahkan saat ini, kata dia untuk menebus pupuk saja pihaknya memakai uang pribadinya sampai terkadang dirinya mengeluh karena mengurut kelompok tani tersebut.

Ironisnya, saat dikonfirmasi soal jumlah dana yang dikucurkan melalui program tersebut senilai Rp100 juta, kepada Gapoktan tersebut, raut wajah sang Sekretaris Gapoktan tersebut terkesan berbeda.

“Saya hanya memakai 16, juta lalu berubah menjadi 15 juta,” kata dia dengan raut wajah yang terlihat gugup.

Dia juga mengarakan untuk mempertanyakan hal tersebut, kepada Ketua Gapoktan.

“Tanya saja dengan ketua, karena semua yang tau termasuk semua catatan pinjaman dengan ketua,” paparnya.

Wismo juga menambahkan, bahwa ketika dana tersebut turun seolah – olah terkesan di buru buru oleh pihak dinas agar segera di cairkan, tanpa memberikan sosialisasi atau pemahaman terlebih dahulu terhadab masyarakat.

“Jadi orang dinas itu mendorong agar segera di di cairkan,” ucapnya.

Secara terpisah saat dikonfirmasi Ketua Gapoktan Suyoto menjelaskan, dirinya tidak tau – menau soal dana tersebut, karena semua dari tahun 2016 dirinya hanya memegang catatan.

“Saya ini cuma dibuat catatan namun semua yang mengendalikan ya pak Wismo termasuk dari 2016 itu tanda tangan ya selalu di tanda tangani oleh dia. Berarti gak bener ini orangnya,
saya cuma memakai 20 juta, saya pinjamkan utuk ibu ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan sebagian sudah saya pulangkan ada kok catatannya dengan pak wismo, bahkan dirinya pun tidak mengetahui siapa siapa saja yang sudah mengansur dana tersebut, ya pak wismo itu yang tau dan gak pernah laporan sama sekali terhadab saya, termasuk cab aja saya GK pernah tau,” tandasnya.

Ketua Gapoktan itu juga mengatakan, masih ada sisa dana di rekening sebesar Rp23 juta rupiah, selain dana yang dipakai oleh Ketua dan Sekretaris.

Hal itu dibenarkan oleh Suko selaku PPL Hanakau. “Ya mas, kendala pengembalian dari masing-masing kelompok peminjam agak terhambat karena fluktuasi harga komoditi ya mba itu yang saya tangkap,” kata dia.

Gapoktan Maju Bersama yang diketuai oleh Suyoto, Wismo Sutekad selakau sekretaris, Serta Sunarto sebagai bendahara.

Parahnya lagi, terdapat kelompok tani yang enggan dipublikasikan identitasnya menerangkan dirinya bersama para anggota kelompoknya sama sekali tidak mengetahui adanya dana PUAP di Gapoktan tersebut.

Persoalanya, selain dana yang di pakai oleh Sekretaris sebesar Rp.15juta dan Ketua Gapoktan sebesar Rp.20juta serta dana yang tersimpan di rekening sebesar Rp23 juta, diapakan dan dikemanakan sisa dana dari Rp100 juta tersebut, sementara dalam pemaparan ketua Gapoktan, sang pengelola anggaran itu Sekretaris Gapoktan Wismo Sutekad, lantas dimana sisa anggaranya, mengapa pihak PPL dan Dinas terkait seakan berpangku tangan. (Budi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.