Soal Dugaan Pungli di SMAN 1 Sumberjaya Ternyata tidak Benar, Ini Penjelasan Komite dan Pihak Sekolah

Lampung Barat, Telisiknews.id – Terkait adanya pemberitaan pengakuan narasumber soal adanya indikasi tindakan pungutan liar (pungli) dan bangunan yang dibangun diatas lahan sekolah, yang berlokasi di SMAN 1 Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat (Lambar), disanggah keras oleh pihak komite sekolah.

Hal itu terbukti saat sejumlah awak media mengkroscek seluruh dokumen seperti, berita acara kesepakatan musyawarah, absensi perserta rapat, sertifikat tanah yang dibeli, sekaligus mengkroscek lokasih tanah yang dibeli bahkan telah dibangun gedung laboratorium ternyata semua lengkap.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Komite SMAN 1 Sumberjaya Yanto saat tim dari beberapa media Rabu (11/1/2023), di ruang Kepala SMAN tersebut, semua telah dukomen telah lengkap dan sesuai prosedur seperti, soal pungutan dana dari siswa, itu bukan pungli tetapi iyuran siswa berdasarkan kesepakatan musyawarah seluruh wali murid.

“Awalnya pihak sekolah dikabarkan mendapat bantuan gedung baru tetapi lahan tidak ada sehingga kami berinisiatif membeli lahan untuk gedung tersebut, namun karena dana untuk pembelian lahan itu tidak ada kita adakan rapat komite dan seluruh walimurid, dan memutuskan setiap murid diadakan iyuran sebesar Rp252 ribu per siswa selama tiga tahun dengan, sistem Rp21 ribu per bulan, dan semua itu tertuang dalam berita acara hasil kesepakatan musyawarah,” urai Yanto sembari menunjukan absensi peserta rapat dan berita acara kesepakatan musyawarah tersebut.

Ditambahkan Yanto, setelah dana terkumpul pihaknya memutuskan untuk membeli lahan yang yang berlokasi tepat disamping sekolah tersebut dimana tanah itu dari tiga orang penjual dan saat ini telah dibangun gedung Laboratorium sekolah.

“Jika memang kami dituduh mambangun gedung diatas lahan yang sama, itu tidak benar kami bisa buktikan semua dan saat saat ini Sertifikat tahan yang dibeli tersebut telah ada ditangan kami,” ucapnya sembari menujukan dua eksemplar sertifikat tanah tersebut.

Menurut Yanto, dalam hal ini pihaknya mengklarifikasi pemberitaan itu dan menyatakan tegas penjelasan narasumber itu tidak benar adanya dan hanya mengada – ada saja.

Secara terpisah, Kepala SMAN1 Sumberjaya Satarudin menambahkan, soal bangunan suakelola yang nilainya mencapai Rp 3 milyar itupun tidak benar.

Menurut Satarudin, pihaknya hanya mendapat bantuan gedung untuk ruang laboratorium, dan nilainya tidak sampai Rp 3 Milyar, dan semua telah selesai terbangun.

“Saat ini bangunan sudah selesai dan dibangun diatas lahan yang dibeli tersebut, jadi gak ada kami menyalahi prosedur justru kami dalam hal ini memperjuangkan kemajuan sekolah,” imbuhnya.

Masih kata Satarudin, pihaknya melakukan semuanya sesuai prosedur dan undang-undang yang berlaku demi kemajuan sekolah.

“Semua kami lakukan sesuai aturan dan gak ada kami menyalahi aturan bahkan kami bersama pihak komite penuh perjuangan memajukan sekolah ini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *