Soal Lahan KRL, Pemkab Lambar Diduga Miliki Sertifikat Bodong

Lampung Barat,Telisiknews.id – Terkait lahan lokasi destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Lampung Barat (Lambar), ya itu Kebun Raya Liwa (KRL) terindikasi memiliki sertifikat bodong dan tak jelas.

Hal tersebut dijelaskan Ramli, sang pemilik tanah yang mengakui telah diserobot oleh pihak Pemerintah Daerah (Pemda Lambar), sebagai lokasi pembangunan tempat wisata KRL.

Menurut Ramli, sertifikat lahan KRL yang terbit pada tahun 2016 lalu itu tidak jelas sebab saat proses pembuatan dianggap tidak sesuai prosedur karena tak jelas asal muasal tanah yang disertifikatkan.

“Saat pembuatan sertifikat itu tak jelas asal – muasal tanahnya seperti hibbah, jual beli atau apapun itu, dan sertifikat tersebut saya anggap bodong” kata Ramli saat dikonfirmasi via ponselnya beberapa waktu lalu.

Ditambahkanya, ketetapan Gubernur Lampunh era 2002 yang saat itu dijabat oleh Umarsono soal lokasi KRL tersebut. Ironisnya, surat ketetapan tidak ada aslinya hanya saja foto copy yang di legalisir dan saat pengajuan tidak ada bukti kehilangan dari pihak aparat penegak hukum, seeprti Polres atau Polda Lampung.

“Kalau dilihat dari jalurnya, lokais KRL ditetapkan pada tahun 2002 sementara saya memiliki SKT tahun 1993, dan sertifikat keluar pada tahun 2016 itu laboh tua SKT saya,” kata dia.

Masih kata, Ramli pihaknya akan menggugat pihak Pemkab Lambar dan BPN Lambar yang telah berani mengeluarkan sertifikat yang tak jelas asal – muasal tanahnya alias bodong itu,” tandasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.