Soal Laporan Ida Wati Arafat, DPMP Lambar Terkesan tak Ambil Pusing

Lampung Barat, Telisiknews.id – Terkait persoalan pemberhentian Kasi Pemerintahan Pekon (Desa) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Ida Wati Arafat Oleh Peratin Nandang Romadona beberapa waktu lalu, Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP), Lambar terkesan ogah – ogahan dalam penangananya.

Karena, permasalahan yang saat ini telah ditangani pihak Inspektorat Lambar sementara DPMP merupakan perangkat daerah yang mempunyai tugas di antaranya, untuk membina dan mengawasi kegiatan dan permasalahan desa/pekon.

Bacaan Lainnya

Hal itu dikatakan Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus), Puguh Sugandi saat dikonfirmasi Telisiknews.id via ponselnya, Senin (13/6/2022).

Ditambahkan Puguh, jika prosesnya seperti ini pihak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat masih akan meminta keterangan kepada (DPMP), sebagai perangkat daerah yang mempunyai tugas di antaranya untuk membina dan mengawasi kegiatan desa.

“Setelah selesai dilakukan permintaan keterangan kepada semua pihak yang terkait, APIP Inspektorat akan melakukan proses tahapan berikutnya, yaitu, analisis dan evaluasi atas semua bukti-bukti hasil pemeriksaan,” imbuh Puguh.

Kekecewaan juga dirasakan oleh Pelapor Ida Wati Arafat, karena hingga saat ini pihak DPMP seakan tak bergeming terkait permasalahan pemecatan dirinya yang diduga tidak sah secara admistrasi.

Menurut Ida, saat dirinya diperiksa oleh pihak Inspektorat Lambar, petugas yang memeriksa dirinya menanyakan apakah sudahkah ditangani pihak DPMP, dengan tegas wanita itu menjawab belum.

“Waktu diperiksa oleh inspektorat saya ditanya, apakah ini sudah ditangani pihak DPMP ya saya jawab belum, lalu kata dia kok aneh, seharusnya DPMP juga bertindak, dulu baru ke Inspektorat, mengapa ibu ini seperti diperkosa,” kata Ida menirukan ucapan Tim yang memeriksa dirinya.

Sementara, surat laporan baik ke Inspektorat maupun DPMP dimasukan dalam hari yang sama, yaitu Selasa 31 Mei 2022 silam, dan sampai saat ini justru pihak inspektorat yang melakukan pemanggilan, sementara DPMP sebagai leading sektor yang yang berkewenangan, justru tak bergeming.

Hal itu tak sesuai dengan ucapan Sekretaris DPMP Syahril yang menerima langsung surat laporan tersebut. “Secepatnya akan kami pelajari dan tindak lanjuti,” kata Sahril saat menerima surat laporan tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait permasalahan itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Pekon DPMP Lambar Ruspel Gultom mengatakan, karena pihak inspektorat telah melakukan pemeriksaan maka pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dari pihak inspektorat Lambar.

“Karena laporan sudah di tindaklanjuti oleh inspektorat kami nunggu hasil dari sana, karena pemeriksaan memang wewenang inspektorat,” kata Ruspel. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.