Soal Peningkatan Jalur Liwa – Hanakau, Bupati Lambar Terkesan Bohongi Masyarakat

Lampung Barat,Telisiknes.id – Peningkatan jalur Liwa – Hanakau Kabupaten Lampung Barat (Lam-Bar) yang bersumber dari Dana Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran Rp.23 Milyar, diduga tidak sesuai spek salah satunya, ketebalan pengaspalan yang terkesan bervariasi, selain itu, proses pembuatan drainase, terkesan asal jadi dan dengan kedalaman Siring yang tidak merata.

Hal tersebut, dijelaskan salah seorang tokoh masyarakat yang nggan disebutkan namanya, Kamis (31/3/2022).

Bacaan Lainnya

“Ini sumberdananya Peningkatan Ekonomi Nasional, yang katanya adalah dana pinjaman, dan wajar kalau masyarakat mengkritisi, soalnya yang akan membayar utang tersebut adalah masyarakat,” ucapnya.

Kalimat yang sama juga pernah disampaikan oleh, salah satu Anggota DPRD Lambar Ismunzani, saat menghadiri kegiatan keagamaan di Pemangku, Pardasuka Pekon Hanakau
Kecamatan Sukau beberapawaktu lalu.

“Masyarakat harus jeli, pembangunan jalan itu dananya besar dan pinjam dan yang akan membayarnya kita sebagai masyarakat,” kata Ismun.

Kendati demikian, saat melakukan peninjauan di lokasi beberapa hari lalu, Bupati Lambar, Hi.Parosil Mabsus mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut tela mencapai 60% dengan ketebalan aspal tebal 10cm.

“Jalan ini sudah mencapai 60% dan tebal sapalnya 10cm,” ujar Bupati.

Ironisnya, berdasarkan pantauan di lokasi, jalan yang panjangnya 5900 km, baru terselesaikan selesai dengan panjang kurang lebih 500 meter dengan terputus – terputus dan terkesan terbagi memjadi dua.

Sementara ketebalan aspal tidak sesuai dengan penyampaian, Bupati bukan 10cm, namun bervariasi mulai 6cm, 5cm, dan 3cm dan tak sesuai dengan ucapan Bupati Lambar saat melakukan peninjauan.

Persoalanya, peningkatan jalan yang menghabiskan puluhan milyar tersebut, sejak awal pelaksanaanya telah terlihat tidak singkron antara antara statemen bupati fakta di lokasi.

Secara terpisah, menanggapi hal tersebut ketua Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Dedy Persiansyah menambahkan, penyampaian Bupati dengan statemenya saat melakukan peninjauan, terkesan membohongi masyarakat.

“Ini sudah kelihatan adanya kebohongan – kebohongan dalam pembangunan jalan yang menghabiskan dana puluhan milyar itu,” tandasnya. (san)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.