Tak Main – Main, Diberhentikan dari Perangkat Desa Ida Lapor ke Inspektorat, DPMP dan Bupati Lambar

Lampung Barat,Telisiknews.id – Terkait pemberhentinya sebagai Kasi Pemberhentianya di Pekon (Desa) Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), oleh Peratin Nandang Ramadona, Ida Wati Arafat lapor ke Bupati dan Dua Instansi yaitu Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar, Selasa (31/5/2022).

Menurut Ida, alasan melaporkan tersebut, berdasarkan pemberhentian yang terkesan tidak sah secara admistrasi. Sebab, dalam proses pemberhentian tersebut banyak kejanggalan seperti, surat tanpa didampingi hasil musyawarah dengan Lembaga Himpun Pemekonan (LHP), dan tak pernah konsultasi dengan Camat Kebun Tebu Erna Wati sehingga tak ayal, surat pemberhentian itu tanpa rekomendasi dari camat setempat.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Perda yang dikenakan peratin terhadap Ida Wati ya itu Perda no 12 tahun 2021 poin a dan c, yang terkesan tidak pas dengan alasan pemberhentianya. Sehingganya,  Ida Wati Arafat yang akrab dipanggil Ida Ruslan itu, tidak terima bahwasanya peratin mmbrikan tuduhan dalam surat pemberhentian itu, dengan pasal – pasal  yang terkesan mencemarkan nama baiknya.

“Saya melapor ini karena saya merasa surat pemberhentian saya tidak sah secara admistrasi, dan tidak terima bahwasanya peratin memberikan tuduhan dengan pasal – pasal yang saya anggap mencemarkan nama baik saya ” kata Ida.

Masih kata Ida, dengan melapor ke Bupati dan kedua instansi itu berharap, peratin tersebut mendapat teguran tegas secara admistrasi dari pihak terkait dan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

Lebih lanjut Ida Wati mengatakan, dengan melapor ke pihak pihak terkait itu guna memberikan pembelajaran kepada Peratin Nandang Romadona, yang terkesan bertindak semena – mena dan agar peratin itu mengerti prosedur dan praturan dan undang – undang.

Ironisnya, oknum Peratin tersebut  saat dikonfirmasi Tim Telisiknews.id beberapa waktu lalu, terkait permasalahan penuangkaan pasal perda yang terkesan tidak pas itu, sang peratin mengatakan, bahwa dia memberikan sangsi pasal itu hanya karna formalitas saja, artinya peratin sudah mmpermainkan undang undang.

“Perda nomor 12 tahun 2021 pasal 85 poin b dan c, yang tertera dalam surat pemberhentian itu kan cuma formalitas saja,” ucap Peratin dengan santainya.

Dalam pelaporan tersebut, surat laporan yang diberikan kepada Inspektorat Lambar diterima oleh, salah seorang staf di sekretariat Inspektorat Lambar, Euis Safitri.

“Surat telah kami terima, dan segera kami sampaikan kepada Kepala Inspektorat,” ujar Euis

Selain itu, kalimat yang sama juga disampaikan Sekretaris Inspektorat Lambar Sukri. Dia mengatakan, surat tersebut segera disampaikan ke Kepala Inspektorat Lambar dan segera di Pelajari.

“Kita akan segera sampaikan surat laporan itu kepada bapak Ispektur untuk dipelajari dan dilakukan proses,” ujar Sukri.

Ditempat yang berbeda, Ida juga memasukan laporan yang sama ke pihak DPMP Lambar dan surat tersebut diterima langsung oleh Sekretaris DPMP Syahril.

Menurut Syahril, laporan tersebut secepatnya sampaikan ke Kepala DPMP untuk segera di Pelajari dan dilakukan proses.

“Suratnya sudah kami terima, dan akan segera kami sampaikan ke Kepala Dinas untuk segera di Pelajari,” tandas Syahril.

Secara terpisah dalam waktu yang sama, Ida juga memasukan surat laporan ke Bupati Lampung Barat melalui protokoler Bupati dan diterima oleh Paska.

“Hari ini juga surat ini kami sampaikan ke Bupati,” kata Paska.

Dengan adanya pelaporan – pelaporan itu Ida berharap pihak – pihak yang menerima laporan tersebut, secepatnya melakukan pemanggilan terhadap Peratin itu.

“Saya berharap Peratin itu secepatnya dipanggil dan diproses seuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.