Tak Terima Disangkakan Melanggar Perda IW Berwacana Lapor ke APH

Lampung Barat,Telisiknews.id – Terkait pemberhentian Aparatur pemerintahan Pekon IW yang disangkakan melanggar Peraturan Daerah (Perda) no 12 pasal 83 poin b. dan c. terhadap oleh Peratin Cipta Mulya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Nandang Ramadona beberapa waktu lalu, dianggap mencemarkan nama baik IW terutama terhadap masyarakat setempat.

Menurut IW saat dikonfirmasi Tim telisik news Minggu (29/5/2022). Perda no 12 pasal 83 poin b. Dan c tersebut, sangat tidak pas dengan alasan Peratin dalam memberhentikannya. Sebab, bunyi perda tersebut,
Poin b. Membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain/dan atau golongan tertentu;
c. Menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajiban;

Bacaan Lainnya

“Isi poin b dan c itu, cukup membuat saya kecewa dan saya anggap ini mencemarkan nama baik saya di mata masyarakat,” tegas IW.

Sementara diketahui IW diberhentikan oleh Peratin karena memiliki wacana akan mencalonkan diri sebagai Peratin, dan sang Peratin merasa tidak nyaman dengan keberadaan IW di Kantor Peratin terebut.

Ditambahkan IW, surat pemberhentianya dari aparat pekon oleh yang ditandatangani oleh Peratin namun, tanpa rekomendasi dari Camat setempat serta  pendukung dari pihak Lembaga Himpunan Pekon (LHP) yang  Pekon Cipta Mulya yang disusulkan begitu saja, dianggap tidak sah secara admistrasi.

“Selain akan saya laporkan ke pihak Inspektorat Lambar, saya juga akan melaporkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum atas pencemaran nama baik,” imbuh IW

Ketidak saham secara admistrasi surat pemberhentian itu juga diakui oleh Camat Kebun Tebu Erna Wati, saat dikonfirmasi ditempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

“Saya tidak pernah merasa merekomendasikan surat pemberhentian itu sebab, pihak pekon juga telah kami sarankan untuk mengikuti prosedur namun Peratin itu sepertinya tidak terlalu menghiraukan saran kami,” kata Camat.

Menurut orang nomor satu di Kecamatan Kebun Tebu itu, keputusan Peratin dan surat pemberhentian itu, terkesan melanggar Pemendagri dan Undang – Undang Desa.

“Kalau seperti itu, jelas Peratin itu melanggar aturan Pemendagri dan UU Desa, kami sebelumnya telah mengingatkan tetapi dia sekanan kekeh dengan kepurusanya,” tandas Camat.

Camat itu juga sempat menurunkan perkataan Peratin saat pihak kecamatan memberikan teguran kepadanya, “ibu tenang aja saya Yeng bertanggungjawab dengan urusan ini,” ujar Camat menurukan ucapan Peratin tersebut.

Sehingga, dengan begitu secara tidak langsung pihak kecamatan juga tidak dihargai oleh oknum Peratin tersebut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar

  1. tolong diusut juga pemecatan pemamgku di batu kebayan. banyak aparat pekon yg juga mengundurkan diri, dan yang menggantikan banyak masalah. mulai dari belum berijazah sma per april kemarin, ada yg pakek ijazah anaknya,ada juga jang mengarah ke unsur nepotisme karena yg diangkat jadi aparat adalah keponakan peratin, adik ipar dan anknya peratin